JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Mantan Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi secara terbuka menantang pemerintah Singapura untuk mengambil tindakan nyata terhadap perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang berkantor pusat di negeri itu, menyusul meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang asapnya kembali menjadi isu regional.
Kritik atas Surat Peringatan Singapura
Kritik Lutfi bermula dari pengumuman Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu yang menyatakan pihaknya telah mengirim surat peringatan kepada tujuh perusahaan yang beroperasi di Indonesia terkait bencana kabut asap. Lutfi menilai langkah itu tidak cukup dan hanya bersifat simbolis.
Melalui akun Instagram resminya pada Senin (19/10/2026), Lutfi menegaskan bahwa Singapura seharusnya tidak sekadar bersurat, melainkan menggunakan wewenang hukumnya untuk menggeledah kantor perusahaan-perusahaan tersebut. “Jangan menulis surat. Jangan mengirimkan peringatan. Geledah kantor mereka berdasarkan hukum Singapura,” kata Lutfi, seperti dikutip CNBC Indonesia.
Fakta dari Laporan Greenpeace
Lutfi merujuk pada laporan Greenpeace Oktober 2026 yang mengungkap bahwa empat dari tujuh perusahaan yang disebut Grace Fu, ditambah dua perusahaan besar lainnya yakni First Resources dan Bumitama Agri, terdaftar langsung di Bursa Efek Singapura (SGX) dengan total valuasi mencapai 10 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp141 triliun.
Ia juga menyoroti praktik transfer pricing yang diduga dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut melalui model bisnis family office berbasis di Singapura. Menurut Lutfi, skema itu memungkinkan perusahaan mengalihkan keuntungan dari komoditas mentah Indonesia ke entitas perdagangan mereka di Singapura, sehingga beban pajak di Indonesia diminimalkan sementara kekayaan diparkir di luar negeri.
Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) pada Senin (19/10) juga menyatakan bahwa tiga perusahaan asal Indonesia berinisial PT BMJ, PT MH, dan PT BPP diduga bertanggung jawab atas karhutla di sejumlah wilayah RI yang asapnya berpotensi mencapai Singapura.
Konteks
Karhutla Indonesia pada periode Januari hingga akhir September tahun ini telah menghanguskan hampir 1,9 juta hektare lahan, menurut analisis citra satelit lembaga pemantau deforestasi Nusantara Atlas, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Angka itu setara dengan hampir 12 kali luas Kota London. Pendiri Nusantara Atlas, David Gaveau, menyebut angka tersebut masih merupakan estimasi konservatif karena kabut asap tebal kerap menghambat pemantauan satelit, sehingga luas riil yang terbakar diperkirakan lebih besar.
Isu karhutla ini juga menjadi salah satu agenda dalam kunjungan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ke Indonesia yang turut menarik perhatian komunitas internasional. Lutfi dalam kritiknya secara khusus mempertanyakan konsistensi penegakan hukum Singapura, dan menantang langsung Presiden, Perdana Menteri, serta Menteri Senior Shanmugam untuk membuktikan bahwa keadilan hukum di negara itu berlaku sama tanpa memandang kekayaan pelaku.
Foto: Ilustrasi. Nick Archibald / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sumber:


