SANAA, LENSA-INDO.COM – Kelompok milisi Houthi Yaman mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil dan pekerja agar menjauhi fasilitas minyak di Arab Saudi, menyusul eskalasi serangan yang terus mereka lancarkan ke negara kerajaan tersebut. Milisi juga menyatakan ruang udara Saudi tidak lagi aman, dengan pengecualian hanya di atas dua kota suci Islam, Mekah dan Madinah.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita Saba yang dioperasikan Houthi, mengutip sumber militer kelompok itu. “Wilayah udara Saudi tidak aman, kecuali di atas Mekah dan Madinah,” kata sumber militer tersebut, seperti dikutip kantor berita Saba. Namun, kelompok ini tidak memberikan rincian mengenai bentuk ancaman spesifik atau tindakan militer yang akan mereka ambil.
Ancaman terhadap Aramco
Dalam pernyataan yang sama, Houthi mendesak para pemegang saham raksasa minyak Saudi Aramco untuk segera melepas kepemilikan mereka guna menghindari potensi kerugian finansial. Sumber militer Houthi menyarankan investor untuk menarik saham mereka sebelum terlambat, mengindikasikan kemungkinan serangan terhadap aset-aset strategis perusahaan minyak tersebut.
Insiden Keamanan Terkini
Peringatan ini muncul setelah serangkaian insiden keamanan melanda wilayah Saudi. Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan enam orang mengalami luka-luka akibat proyektil yang menghantam area permukiman di Kota Najran. Selain itu, koalisi militer yang dipimpin Saudi mengumumkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Khamis Mushait.
Konteks
Ketegangan antara koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi mengalami peningkatan tajam sejak awal Oktober 2026. Koalisi Saudi dilaporkan mengumumkan pelaksanaan operasi skala besar yang menargetkan kemampuan militer Houthi di Yaman. Sebagai respons, kelompok milisi ini melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) yang menyasar bandara serta berbagai fasilitas di Arab Saudi. Konflik berkepanjangan ini telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan regional dan potensi gangguan pada pasokan energi global, mengingat posisi strategis Arab Saudi sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia.
Foto: Ilustrasi. National Missile Defense image / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


