KEDIRI, LENSA-INDO.COM – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur, telah menyalurkan sekitar 12.941 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2026. Realisasi penyaluran per 19 Oktober 2026 telah mencapai 99,35 persen dari total pagu yang ditetapkan pemerintah sebesar 13.027 ton.
Harga Terjangkau untuk Peternak
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa program SPHP jagung ini dirancang untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau demi menjaga kelangsungan usaha mereka. Melalui program ini, peternak dapat membeli jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram, kata Harisun, seperti dikutip Antara.
Dalam pelaksanaan distribusi, Bulog Kediri menggandeng tujuh koperasi dan asosiasi peternak di Kediri dan sekitarnya sebagai mitra penyalur. Hingga pertengahan Oktober 2026, program ini telah menjangkau sekitar 244 peternak. Pola kemitraan ini diterapkan untuk memastikan jagung subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Serapan Jagung Petani Hampir Capai Target
Selain menjalankan fungsi distribusi, Bulog Kediri juga mendapat penugasan menyerap jagung dari petani lokal sebagai bagian dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Harisun menyebutkan, Bulog membeli jagung langsung dari petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani, sementara jagung yang memenuhi standar kualitas di gudang Bulog dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram.
Serapan jagung Bulog Kediri telah mencapai sekitar 8.577 ton atau 94,51 persen dari target pengadaan cabang. Pencapaian ini merupakan bagian dari target nasional pemerintah sebesar satu juta ton jagung pada 2026.
Konteks
Program SPHP jagung merupakan intervensi pemerintah untuk mengendalikan harga bahan baku pakan ternak yang kerap berfluktuasi, sehingga berpengaruh langsung pada biaya produksi peternak ayam dan sapi perah. Kediri dan wilayah sekitarnya dikenal sebagai salah satu sentra peternakan unggas di Jawa Timur, sehingga ketersediaan jagung pakan menjadi isu strategis di kawasan ini.
Untuk menjaga pemerataan stok secara nasional, Bulog Kediri juga mengoperasikan mekanisme pergerakan stok antarwilayah atau movement nasional (movenas). Harisun mengatakan distribusi melalui jalur tersebut difokuskan untuk mendukung kebutuhan jagung di Jawa Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bulog menyatakan stok jagung yang dikuasai saat ini masih mencukupi dan siap disalurkan ke daerah yang membutuhkan guna mengurangi risiko kelangkaan pasokan bagi peternak.
Foto: Ilustrasi. Lady-shirakawa / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sumber:


