TURIN, LENSA-INDO.COM – Lazio mempermalukan Juventus 3-0 pada pekan ketujuh Serie A di Allianz Stadium, Turin, Minggu (18/10/2026) malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Tiga gol tim tamu dicetak bek Oliver Provstgaard pada menit ke-37, winger Gustav Isaksen pada menit ke-66, dan pemain pengganti Fisayo Dele-Bashiru pada menit ke-89.
Kemenangan di depan 41.112 penonton itu membawa Lazio asuhan Gennaro Gattuso mengoleksi 19 poin, sama dengan Inter Milan di puncak klasemen sementara. Sebaliknya, Juventus yang dilatih Luciano Spalletti tertahan di peringkat kedelapan dengan 11 poin.
Jalannya Laga
Juventus sebenarnya sempat mengira unggul lebih dulu ketika Randal Kolo Muani menjebol gawang Lazio pada menit ke-23, tetapi gol itu dianulir karena offside. Lazio kemudian memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. Provstgaard menyundul umpan silang Mattia Zaccagni setelah lolos dari kawalan Gleison Bremer, seperti dilaporkan Corriere dello Sport dan CalcioMercato.it.
Menjelang turun minum, tembakan Nuno Tavares sempat membentur mistar. Spalletti merespons dengan memasukkan Nick Woltemade pada awal babak kedua dan bermain dengan dua penyerang. Namun, justru Lazio yang menggandakan keunggulan: Isaksen menerima umpan panjang Tavares, masuk ke kotak penalti, lalu menuntaskannya dengan tembakan menyilang.
Juventus menambah daya serang dengan formasi 4-2-4, tetapi pertahanan Lazio yang dikawal kiper Christos Mandas tetap rapat. Pada menit ke-89, Dele-Bashiru yang masuk pada menit ke-69 menutup laga lewat tembakan dari luar kotak penalti memanfaatkan umpan Andrea Pinamonti. Laga dipimpin wasit Davide Massa, dan Juventus dilepas dengan siulan suporternya sendiri saat peluit akhir.
Kata Spalletti dan Gattuso
Spalletti mengakui Lazio tampil lebih baik dan timnya tidak pernah menguasai pertandingan. Kepada DAZN, ia menyebut sudah mencoba melakukan perubahan, tetapi para pemainnya “lambat secara fisik dan pikiran”, seperti dikutip Corriere dello Sport.
Di kubu seberang, Gattuso memuji anak asuhnya yang menurutnya telah menjadi sebuah keluarga. Meski begitu, mantan gelandang AC Milan itu meminta timnya tetap rendah hati. Ia menilai Lazio terbiasa berada di papan atas, tetapi belum tentu siap bersaing di puncak, sehingga pemain diminta tetap berpijak di bumi, seperti dikutip Lazionews dari wawancara DAZN dan Sky Sport.
Dampak ke Klasemen
Hasil ini membuat Lazio meraih 19 dari 21 poin yang mungkin didapat. Eurosport Italia dan Lega Serie A mencatat start ini sebagai yang terbaik sepanjang sejarah klub di kasta tertinggi. Inter dan Lazio sama-sama mengumpulkan 19 poin, disusul AS Roma (17) dan AC Milan (15), yang pada hari yang sama menang 3-2 atas Atalanta.
Bagi Juventus, kekalahan ini memperpanjang tren buruk. Mereka tertinggal delapan poin dari puncak dan empat poin dari zona Liga Champions, sementara posisi Spalletti mulai dipertanyakan media Italia.
Laga Berikutnya
Lazio akan menjamu Parma di Stadion Olimpico pada Sabtu (24/10/2026) pukul 20.45 waktu setempat. Gattuso sudah mengingatkan timnya agar tidak terlena dan menganggap laga itu tak boleh disepelekan. Adapun Juventus bertandang ke markas Lecce pada Minggu (25/10/2026).
Foto: Ilustrasi – Allianz Stadium (Juventus Stadium), Turin, arsip 2013. forzaq8 / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Sumber:


