PARMA, LENSA-INDO.COM – Torino menundukkan Parma 3-0 dalam laga pekan ketujuh Serie A di Stadio Ennio Tardini, Senin (19/10/2026) malam waktu setempat atau Selasa dini hari WITA. Giovanni Simeone menjadi bintang dengan dua gol pada menit ke-4 dan ke-69, sementara Che Adams menyumbang satu gol pada menit ke-24.
Kemenangan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi pasukan Ignazio Abate setelah sebelumnya menang 2-1 atas Udinese pada 12 Oktober. Sebaliknya, Parma menelan dua kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak gol, dengan total kebobolan enam gol dalam dua laga tersebut.
Jalannya Pertandingan
Torino langsung menekan sejak sepak mula. Baru empat menit berjalan, bek sayap Rafik Belghali mengirim umpan silang dari sisi kanan yang disambut Simeone dengan sepakan langsung ke gawang Edoardo Corvi. Penyerang asal Argentina itu kembali menjadi ancaman sepanjang babak pertama.
Gol kedua lahir pada menit ke-24. Tembakan Nikola Vlasic membentur pemain lawan dan bola jatuh ke arah Che Adams yang tak terkawal. Penyerang Skotlandia itu menuntaskan peluang dengan sundulan, dan gol tersebut disahkan setelah pemeriksaan VAR.
Parma bangkit selepas jeda. Tembakan pemain Parma sempat membentur mistar, dan gol pemain pengganti mereka dianulir menjelang akhir laga. Namun, Torino justru memperbesar keunggulan lewat sepakan keras Simeone dari jarak sekitar 25 meter pada menit ke-69 yang gagal dibendung Corvi.
Statistik: Parma Unggul Tembakan, Torino Lebih Efektif
Data Sofascore menunjukkan Parma sebenarnya lebih agresif. Tuan rumah melepaskan 25 tembakan dengan delapan di antaranya tepat sasaran, sementara Torino hanya mencatat sembilan tembakan dan tiga mengarah ke gawang. Penguasaan bola berimbang, sekitar 51 persen berbanding 49 persen.
Perbedaan terletak pada penyelesaian akhir. Nilai expected goals (xG) kedua tim hampir sama, 1,39 untuk Parma dan 1,35 untuk Torino, tetapi Torino mengonversi dua peluang emasnya. Kiper Torino, Lucas Perri, tampil gemilang dengan delapan penyelamatan, termasuk menepis peluang penyerang Parma, Romero, pada babak pertama.
Komentar dan Konteks
Sebelum laga, Abate menegaskan timnya harus fokus meraih tiga poin. Seperti dikutip situs Toro.it, ia menyatakan, “Dobbiamo pensare solo a vincere,” yang berarti tim hanya boleh berpikir untuk menang. Pesan itu terbukti lewat permainan efektif Torino.
Bagi Parma, kekalahan ini terasa berat karena menjadi laga kandang pertama pelatih Alberto Gilardino di Tardini. Media Italia melaporkan sebagian suporter menggelar aksi protes terhadap manajemen klub selama pertandingan berlangsung.
Klasemen
Tambahan tiga poin membuat Torino mengoleksi 10 poin dari tujuh laga dan menjauh dari zona bawah. Parma tertahan dengan empat poin dari tujuh pertandingan. Di puncak klasemen, Inter dan Lazio sama-sama mengumpulkan 19 poin, disusul AS Roma dengan 17 poin.
Foto: Ilustrasi – Stadio Ennio Tardini, markas Parma, arsip 2008. Wetto / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)
Sumber:


