Gubernur Sulut Tinjau FK Unika De La Salle, Dorong Lahirnya Lebih Banyak Dokter Lokal

Kawasan Boulevard Manado saat senja Ilustrasi – Kawasan Boulevard, Manado, arsip 2019. Patriciapamela91 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MANADO, LENSA-INDO.COM – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling meninjau Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado, Senin (19/10/2026). Dalam kunjungan itu, gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi Sulut ingin memperkuat pendidikan kedokteran di daerah agar jumlah dokter yang kompeten bertambah dan layanan kesehatan makin merata.

Setelah menyampaikan sambutan, gubernur melihat langsung aktivitas mahasiswa dan meninjau ruang kuliah serta fasilitas laboratorium fakultas tersebut. Menurut laporan Newposkomanado, Fakultas Kedokteran Unika De La Salle tahun ini menerima 20 mahasiswa baru.

Dokter, Bukan Hanya Gedung

Gubernur menilai pembangunan kesehatan tidak cukup dengan menambah gedung rumah sakit dan peralatan medis. Ketersediaan tenaga dokter yang memadai, menurutnya, sama pentingnya. “Ketersediaan dokter yang memadai merupakan salah satu unsur penting,” ujarnya seperti dikutip Komentar.co.id.

Ia berharap perguruan tinggi di Sulut berperan lebih besar dalam mencetak dokter profesional. Para calon dokter, kata dia, perlu dibekali ilmu kedokteran yang kuat sekaligus kesiapan melayani masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau. Selain jumlah lulusan, mutu pendidikan, kompetensi profesional, dan etika kedokteran juga harus menjadi prioritas.

Gubernur juga mengapresiasi langkah Unika De La Salle menyelenggarakan pendidikan kedokteran dan berharap 20 mahasiswa baru itu kelak menjadi dokter yang berhasil.

Upaya Membuka Program Studi Baru

Newposkomanado melaporkan, gubernur menyebut Pemprov Sulut tengah mendorong pembukaan program studi kedokteran di perguruan tinggi di daerah. Kendalanya, pemerintah pusat disebut masih memberlakukan moratorium pembukaan program studi kedokteran baru secara nasional.

Untuk itu, gubernur mengaku telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan meminta disiapkan surat kepada Presiden. Ia juga menyebut Sulut diproyeksikan memperoleh empat program, dengan Universitas Negeri Manado (Unima) sebagai percontohan. Namun, rincian program, jadwal, maupun status surat tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.

Dampaknya bagi Sulut

Sulawesi Utara memiliki wilayah kepulauan di perbatasan, seperti Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro, yang aksesnya bergantung pada transportasi laut dan cuaca. Di daerah seperti ini, kehadiran dokter yang mau dan mampu bertugas menjadi penentu mutu layanan kesehatan dasar.

Bertambahnya lulusan kedokteran dari kampus lokal berpotensi membantu mengisi kebutuhan tersebut, karena lulusan yang berasal dari daerah umumnya lebih mengenal kondisi sosial dan geografis Sulut. Meski demikian, rencana pembukaan program studi baru masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, sehingga perkembangannya perlu terus dicermati.

Foto: Ilustrasi – Kawasan Boulevard, Manado, arsip 2019. Patriciapamela91 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *