BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia Hingga 17 November

Ilustrasi BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia Hingga 17 November Ilustrasi. Trish Hartmann / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menerbitkan peringatan dini ancaman banjir pesisir atau rob yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode 2 hingga 17 November 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul prediksi fase bulan baru yang akan terjadi pada 9 November mendatang.

Pemicu Banjir Rob

Menurut BMKG, fase bulan baru yang diprediksi terjadi pada 9 November 2026 menjadi faktor utama yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum. “Adanya fenomena fase bulan baru pada tanggal 9 November 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” demikian pernyataan BMKG yang dirilis Selasa (3/11/2026).

Fenomena astronomi ini secara alamiah memengaruhi pola pasang surut air laut. Ketika bulan baru terjadi, gaya gravitasi bulan dan matahari berada dalam satu garis, sehingga menghasilkan pasang tertinggi yang meningkatkan risiko genangan di kawasan pesisir.

Wilayah Terdampak

Berdasarkan pemantauan data ketinggian air dan prediksi pasang surut, badan meteorologi mengidentifikasi 18 wilayah pesisir yang berpotensi mengalami banjir rob. Daerah-daerah tersebut tersebar di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Wilayah lain yang juga perlu waspada mencakup Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara di Kalimantan, peringatan dikeluarkan untuk pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, serta wilayah Maluku.

Konteks

Banjir rob atau banjir pasang merupakan fenomena genangan air laut yang menggenangi daratan pesisir akibat pasang air laut yang sangat tinggi. Fenomena ini kerap terjadi saat fase bulan baru atau bulan purnama ketika gaya gravitasi bulan dan matahari saling menguatkan.

Peringatan dini ini penting bagi masyarakat pesisir untuk melakukan antisipasi, terutama bagi pemukiman, aktivitas ekonomi, dan infrastruktur yang berada di garis pantai. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim dari BMKG selama periode tersebut.

Foto: Ilustrasi. Trish Hartmann / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *