QESHM, LENSA-INDO.COM – Sedikitnya lima ledakan beruntun mengguncang Pulau Qeshm, Iran, pada Senin (2/11/2026). Penyebab pasti dari rangkaian ledakan tersebut hingga kini masih menjadi misteri karena belum ada penjelasan resmi dari otoritas setempat.
Kantor berita pemerintah IRNA menjadi pihak pertama yang melaporkan kejadian ini. Namun, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi sumber ledakan yang terjadi di pulau yang terletak di Selat Hormuz tersebut.
Momen Sensitif di Tengah Diplomasi AS-Iran
Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal positif terkait peluang kesepakatan damai dengan Iran. Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan optimismenya sehari menjelang pemilihan sela AS.
“Kesepakatan dengan Teheran bisa saja terjadi. Iran menginginkan penyelesaian, secepat mungkin,” tulis Trump. Pernyataan ini muncul di tengah berlangsung negosiasi intensif antara kedua negara yang dikonfirmasi oleh Teheran.
Tawaran Pembukaan Selat Hormuz
Iran menyatakan kesediaannya membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital ekspor energi dari kawasan Teluk, dengan sejumlah persyaratan ketat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengindikasikan bahwa rencana tersebut dapat terlaksana dalam dua hari apabila Washington menyetujui kondisi yang diajukan.
“Kemungkinan penerapan rencana ini dalam dua hari merupakan indikasi lain dari pendekatan itikad baik Iran,” kata Baqaei, seperti dikutip AFP.
Konteks
Proposal tujuh hari yang diajukan Iran pada September lalu menawarkan pemulihan akses ke Selat Hormuz dengan imbalan konsesi dari Amerika Serikat. Syarat-syarat yang diminta meliputi penghentian permusuhan di semua lini, pembebasan aset Iran yang dibekukan, penghapusan sanksi minyak, serta pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar sepertiga dari seluruh minyak yang diangkut melalui laut di dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berdampak signifikan terhadap pasokan energi global.
Foto: Ilustrasi. Signal Corps Archive from Ireland and United States / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


