Serangan Siber Besar-besaran Hancurkan Sistem Pendingin Supermarket di Eropa

Ilustrasi Serangan Siber Besar-besaran Hancurkan Sistem Pendingin Supermarket di Eropa Ilustrasi. Wolfmann / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

BERLIN, LENSA-INDO.COM – Sistem kendali suhu lemari pendingin di puluhan pasar swalayan di sejumlah negara Eropa menjadi sasaran serangan siber berskala besar sejak Senin, menyebabkan berton-ton produk makanan rusak dan kerugian ratusan ribu euro.

Peretas Aktifkan Mode Mencair di Banyak Toko

Berdasarkan laporan surat kabar Jerman, Bild, yang dikutip Antara pada Selasa, peretasan terjadi di berbagai negara bagian di Jerman dan meluas ke sejumlah negara Eropa lainnya, yakni Prancis, Belgia, Swedia, Belanda, dan Irlandia. Pelaku menyusup ke sistem kendali suhu dan mengaktifkan mode mencair (defrost) pada lemari pendingin di puluhan toko, sehingga suhu dalam perangkat naik drastis dan merusak seluruh produk yang tersimpan di dalamnya.

Salah satu pasar swalayan di Reisback, Bavaria Hilir, Jerman, melaporkan suhu lemari pendingin mereka melonjak hingga 50 derajat Celsius akibat peretasan tersebut. Pengelola toko-toko yang terdampak terpaksa membuang seluruh makanan yang tidak lagi layak konsumsi.

Menyasar Perangkat Pendingin Lama Tanpa Pembaruan Keamanan

Penyelidikan awal yang dilakukan para ahli dari satuan reserse kriminal bidang kejahatan siber mengindikasikan bahwa serangan ini secara khusus mengincar model atau perangkat pendingin versi lama yang tidak lagi mendapat dukungan teknis maupun pembaruan keamanan dari produsennya. Kondisi ini menjadikan perangkat tersebut rentan terhadap eksploitasi dari luar.

Hingga kini, jumlah total pasar swalayan yang terdampak serta besaran kerugian keseluruhan masih dalam proses penelitian lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Konteks

Serangan siber terhadap infrastruktur fisik melalui sistem kendali industri, atau yang dikenal sebagai serangan pada Operational Technology (OT), semakin mendapat perhatian serius dari para pakar keamanan digital di seluruh dunia. Berbeda dari serangan siber konvensional yang menyasar data atau jaringan komputer, serangan jenis ini menargetkan perangkat yang mengendalikan proses fisik seperti suhu, tekanan, atau arus listrik.

Kasus di Eropa ini menjadi pengingat nyata bahwa perangkat yang sudah usang dan tidak lagi mendapat pembaruan keamanan dari produsen dapat menjadi celah berbahaya. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga berpotensi memengaruhi rantai pasokan pangan dan kepercayaan konsumen terhadap sistem distribusi makanan modern.

Di Indonesia, termasuk Sulawesi Utara, pemanfaatan sistem kendali digital pada sektor ritel dan logistik pangan terus berkembang. Insiden di Eropa ini dapat menjadi pelajaran penting bagi pengelola fasilitas penyimpanan dingin untuk memastikan perangkat mereka selalu mendapat pembaruan keamanan yang memadai.

Foto: Ilustrasi. Wolfmann / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *