MANADO, LENSA-INDO.COM – Bagi lidah orang Sulawesi Utara, rica bukan sekadar bumbu, melainkan keharusan. Dari dabu-dabu, sambal roa, hingga woku, hampir semua masakan membutuhkan cabai. Masalahnya, harga cabai kerap naik tajam. Pada September 2026, misalnya, cabai rawit dan cabai merah menjadi salah satu pendorong utama inflasi Sulut yang mencapai 7,59 persen menurut Badan Pusat Statistik. Dua langkah sederhana bisa membantu: menyimpan cabai dengan benar agar tidak cepat busuk, dan menanam sendiri di halaman atau teras.
Kenapa Cabai Cepat Busuk?
Musuh utama cabai adalah kelembapan. Cabai yang dicuci lalu disimpan dalam keadaan basah, atau ditumpuk rapat di kantong plastik, akan cepat lembek dan berjamur. Tangkai cabai juga menyimpan air dan bakteri, sehingga sering menjadi titik awal pembusukan.
Cara Membekukan Cabai agar Tahan Berbulan-bulan
- Pilih cabai yang bagus. Kulitnya mulus, tidak keriput, dan tidak ada bercak cokelat. Sisihkan cabai yang mulai lembek untuk segera dimasak.
- Cuci dan keringkan sampai benar-benar kering. Gunakan tisu dapur atau lap bersih. Langkah ini paling menentukan.
- Buang tangkainya. Cara ini membantu cabai lebih awet.
- Bekukan terpisah dulu. Tata cabai satu lapis di nampan, lalu masukkan ke freezer selama beberapa jam hingga keras. Dengan begitu cabai tidak menggumpal dan bisa diambil sesuai kebutuhan.
- Pindahkan ke wadah kedap udara. Gunakan kantong klip atau wadah freezer, lalu keluarkan udara sebanyak mungkin.
Dengan cara ini, cabai beku umumnya bertahan berbulan-bulan, dengan rasa yang paling terjaga dalam satu sampai dua bulan pertama. Teksturnya memang menjadi lebih lembek setelah dibekukan, tetapi rasa pedasnya tetap ada sehingga sangat cocok untuk tumisan dan sambal yang dimasak. Langsung masak cabai beku tanpa didiamkan lama di suhu ruang agar tidak berair.
Alternatif Lain
- Di kulkas biasa: simpan cabai kering tanpa tangkai di wadah beralas tisu, lalu tutup rapat. Cara ini cocok untuk pemakaian dalam hitungan hari hingga sekitar satu minggu.
- Dijadikan sambal atau rica tumis: cabai yang sudah ditumis dengan minyak lalu disimpan di toples bersih di kulkas bisa langsung dipakai untuk beberapa kali masak.
- Dikeringkan: cabai yang dijemur atau dikeringkan hingga kering betul bisa digiling menjadi cabai bubuk.
Menanam Cabai Sendiri di Pot atau Polybag
Cabai termasuk tanaman yang relatif mudah dirawat di pekarangan sempit, asalkan mendapat cukup sinar matahari. Berikut langkah dasarnya:
- Siapkan benih. Gunakan benih kemasan atau biji dari cabai matang yang sudah dikeringkan. Rendam sebentar dalam air; benih yang tenggelam biasanya lebih bagus.
- Semai lebih dulu. Isi wadah semai dengan campuran tanah dan kompos yang lembap, taburkan benih dengan jarak, lalu jaga kelembapannya dan lindungi dari terik serta hujan langsung. Benih biasanya mulai berkecambah dalam beberapa hari.
- Siapkan media tanam. Campurkan tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar atau pasir dengan perbandingan sekitar 1:1:1. Gunakan pot atau polybag berukuran cukup besar karena cabai adalah tanaman berbuah.
- Pindah tanam. Pindahkan bibit saat berumur sekitar 3–4 minggu atau sudah memiliki 3–4 helai daun. Siram setelah ditanam.
- Rawat secara rutin. Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Siram 1–2 kali sehari bila media mulai kering, cabut gulma, beri pupuk kompos setiap 7–10 hari, dan pasang ajir atau tongkat penyangga bila tanaman mulai tinggi.
- Panen. Tergantung varietas, cuaca, dan perawatan, cabai umumnya siap dipanen sekitar 70–120 hari setelah tanam, lalu bisa dipetik berkali-kali.
Beberapa pot cabai rawit tidak akan sepenuhnya menggantikan belanja di pasar, tetapi cukup membantu kebutuhan harian keluarga, terutama saat harga sedang tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Perlukah cabai dicuci sebelum disimpan?
Boleh, asalkan benar-benar dikeringkan sebelum masuk kulkas atau freezer. Cabai yang masih basah justru lebih cepat busuk.
Apakah cabai beku bisa untuk dabu-dabu mentah?
Bisa, tetapi teksturnya lebih lembek dibanding cabai segar. Untuk dabu-dabu, cabai segar tetap pilihan terbaik; cabai beku lebih cocok untuk masakan yang dimasak.
Kenapa tanaman cabai berbunga tapi tidak berbuah?
Penyebabnya bisa beragam, misalnya kurang sinar matahari, penyiraman berlebihan, atau kekurangan unsur hara. Pastikan tanaman mendapat cukup cahaya dan pupuk secara teratur.
Foto: Ilustrasi — tanaman cabai dalam pot. Netha Hussain / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sumber:


