Cara Memilih Ikan Segar di Pasar: Cek Mata, Insang, Sisik, dan Daging Sebelum Membeli

Aneka ikan segar di lapak pasar Ilustrasi: aneka ikan segar di pasar. QueenCityCebu / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MANADO, LENSA-INDO.COM – Ikan adalah lauk sehari-hari di banyak rumah di Sulawesi Utara. Cakalang, tude atau selar, tongkol, hingga ikan karang mudah ditemukan di pasar tradisional. Namun, tidak semua ikan yang dijajakan masih dalam kondisi segar. Ikan yang sudah turun mutunya bukan hanya kurang enak, tetapi juga berisiko bagi kesehatan. Kabar baiknya, kesegaran ikan bisa dicek dengan mata, hidung, dan ujung jari.

1. Lihat Matanya

Mata ikan segar tampak jernih, bening, cerah, dan sedikit menonjol. Sebaliknya, mata yang keruh, kusam, atau cekung menandakan ikan sudah lama ditangkap atau tidak disimpan dengan baik.

2. Buka dan Periksa Insangnya

Angkat tutup insang ikan. Insang yang segar berwarna merah cerah hingga merah muda, bersih, dan sedikit lembap. Bila insang berwarna cokelat, abu-abu, pucat, kering, atau berlendir tebal dengan bau menyengat, sebaiknya jangan dibeli.

3. Perhatikan Sisik dan Kulit

Pada ikan segar, sisik menempel kuat dan tidak mudah rontok. Kulitnya mengilap dengan lapisan lendir tipis yang bening. Sisik yang banyak terlepas, kulit kusam, atau lendir yang lengket dan keruh menunjukkan kesegaran ikan sudah menurun.

4. Tekan Dagingnya

Tekan perlahan bagian tubuh ikan dengan jari. Daging ikan segar terasa padat dan kenyal, lalu kembali ke bentuk semula. Bila bekas tekanan tetap membekas, atau daging terasa lembek dan berair, ikan tersebut sudah tidak segar.

5. Cium Aromanya

Ikan segar memiliki aroma laut atau air tawar yang lembut, tidak amis menyengat. Bau asam, busuk, atau seperti amonia adalah tanda ikan tidak layak dikonsumsi.

6. Cek Bagian Perut

Perut ikan segar utuh, tidak mudah robek, dan tidak mengeluarkan cairan atau bau tak sedap. Perut yang menggembung, lembek, atau sobek menandakan proses pembusukan sudah berjalan.

Tips Belanja Ikan di Pasar

  • Datang lebih pagi. Pilihan ikan biasanya lebih banyak dan lebih segar, terutama di pasar yang dekat dengan tempat pendaratan ikan.
  • Pilih lapak yang memakai es. Ikan yang dijajakan di atas atau di bawah tumpukan es umumnya lebih terjaga mutunya dibanding yang dibiarkan di suhu ruang.
  • Beli ikan terakhir. Jadikan ikan barang terakhir yang dibeli sebelum pulang agar tidak terlalu lama berada di luar pendingin.
  • Pilih pedagang tepercaya. Bila ragu dengan kualitas ikan, berbelanjalah di pedagang langganan yang menjaga kebersihan lapak dan rantai dinginnya.

Cara Menyimpan Ikan di Rumah

  1. Segera bersihkan ikan setelah tiba di rumah: buang sisik, insang, dan isi perut, lalu cuci dengan air mengalir.
  2. Keringkan, lalu masukkan ke wadah tertutup atau kantong plastik rapat.
  3. Bila akan dimasak hari itu, simpan di bagian paling dingin kulkas. Bila untuk beberapa hari ke depan, simpan di freezer.
  4. Bagi ikan menjadi porsi sekali masak sebelum dibekukan agar tidak perlu dicairkan berulang kali.
  5. Cairkan ikan beku di dalam kulkas, bukan di suhu ruang, lalu segera masak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ikan yang sudah dibekukan kurang bergizi?
Pembekuan yang benar umumnya tetap menjaga kandungan gizi utama ikan. Kualitas lebih banyak dipengaruhi kesegaran ikan sebelum dibekukan dan cara mencairkannya.

Bolehkah ikan beku dibekukan ulang?
Sebaiknya tidak. Membekukan ulang ikan yang sudah dicairkan dapat menurunkan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Bagaimana dengan ikan asap seperti cakalang fufu?
Pilih yang aromanya harum asap, warnanya merata, dan tidak berlendir atau berjamur. Simpan di kulkas dan habiskan dalam beberapa hari.

Foto: Ilustrasi — aneka ikan segar di lapak pasar. QueenCityCebu / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *