JAKARTA, LENSA-INDO.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 15,39 persen sepanjang tahun 2025, dari 11.945.467 gigajoule (GJ) menjadi 10.107.302 GJ, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi yang diperingati bertepatan dengan Hari Energi Sedunia pada 22 Oktober. Pencapaian ini didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan, digitalisasi layanan, dan penyediaan fasilitas ramah lingkungan bagi pelanggan.
Panel Surya di 92 Lokasi Operasional
KAI saat ini mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di 92 lokasi dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kilowatt peak (kWp) atau setara sekitar 4,43 megawatt peak (MWp). Instalasi panel surya tersebut terpasang di berbagai fasilitas operasional, mulai dari stasiun, balai yasa, kantor, griya karya, depo, hingga record center.
Selain kapasitas produksi energi, intensitas konsumsi energi per pelanggan juga mengalami penurunan. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, intensitas energi turun sekitar 22,05 persen, dari 0,0263 GJ menjadi 0,0205 GJ per pelanggan.
Digitalisasi Kurangi Penggunaan Kertas dan Plastik
Di sisi layanan penumpang, sebanyak 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama Semester I 2026. Teknologi ini diperkirakan menekan pemakaian hingga 13.888 rol kertas boarding pass dengan efisiensi biaya sekitar Rp203,80 juta.
KAI juga menyediakan 124 unit Water Station di 58 stasiun yang mencakup 70 area pelayanan hingga Juni 2026. Fasilitas isi ulang air minum gratis ini dirancang untuk mendorong pelanggan menggunakan tumbler atau botol pakai ulang. Berdasarkan estimasi konservatif, apabila 10 persen pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal selama Semester I 2026 mengisi ulang satu kali, potensi pengurangan botol plastik sekali pakai mencapai sekitar 2,99 juta botol. KAI menegaskan angka tersebut merupakan estimasi potensi, bukan realisasi penggunaan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa efisiensi harus diterjemahkan ke dalam keputusan operasional yang terukur.
“Setiap inisiatif memiliki manfaat yang berbeda, tetapi semuanya perlu diarahkan pada penggunaan sumber daya yang semakin bertanggung jawab,”
kata Anne, seperti dikutip Antara.
Konteks
Hari Energi Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Oktober untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pengelolaan energi yang berkelanjutan. Langkah KAI ini sejalan dengan tren dekarbonisasi sektor transportasi yang tengah didorong pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan energi terbarukan. Sebagai operator transportasi publik dengan jutaan penumpang setiap tahun, efisiensi operasional KAI memiliki dampak signifikan terhadap jejak karbon sektor transportasi nasional. Anne menambahkan bahwa perusahaan akan terus mengevaluasi pemanfaatan energi sekaligus mengajak pelanggan berpartisipasi melalui kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum pakai ulang dan memanfaatkan layanan digital yang tersedia.
Foto: Ilustrasi. Metropolitan Transportation Authority of the State of New York / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Sumber:

