Persib Bangkit Tiga Kali Beruntun, Persija Terancam Turun dari Puncak Klasemen

Robby Darwis, legenda Persib Bandung, ilustrasi berita Persib Ilustrasi/arsip: Robby Darwis, legenda Persib Bandung. Wikimedia Commons

BANDUNG, LENSA-INDO.COM – Persib Bandung kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah melalui fase awal musim yang tidak konsisten. Tiga kemenangan beruntun yang diraih tim asuhan Igor Tolic menempatkan Persib di posisi keempat klasemen Super League musim 2026/2027 dengan 16 poin dari delapan laga, hanya terpaut dua angka dari pemimpin klasemen Persija Jakarta.

Tiga Kemenangan Beruntun Jadi Sinyal Kebangkitan

Persib sempat melewati periode sulit setelah kalah dari Persija, ditahan imbang Dewa United, lalu takluk dari Madura United. Namun Maung Bandung kemudian membalik keadaan dengan menundukkan Garudayaksa, Melbourne Victory, dan Isen Mulang FC secara berturut-turut. Ini merupakan pertama kalinya Persib meraih tiga kemenangan beruntun sepanjang musim 2026/2027.

Pola ini hampir identik dengan musim sebelumnya. Saat itu Persib sempat terpuruk di posisi ketujuh sebelum akhirnya menyodok ke peringkat kelima pada pekan kedelapan, ketika puncak klasemen masih dikuasai Borneo FC. Kini situasi serupa kembali terulang, dan Persib dinilai mulai menemukan mentalitas juaranya meski jadwal laga tetap padat.

Persija di Bawah Tekanan

Kebangkitan Persib secara langsung menekan posisi Persija Jakarta yang saat ini bertengger di puncak klasemen. Performa Macan Kemayoran belakangan ini mulai goyah setelah menelan kekalahan dari Persita Tangerang, yang diikuti kekalahan berikutnya dari Dewa United. Ketidakstabilan ini membuat peluang Persija untuk mempertahankan posisi puncak semakin tidak pasti.

Jadwal ke depan pun tidak berpihak pada tim besutan Shin Tae Yong tersebut. Persija masih harus menghadapi tiga lawan tangguh secara beruntun, yakni Persebaya, PSM Makassar, dan Garudayaksa. Jika gagal meraih hasil positif, Persija berisiko tersalip oleh Persib yang tengah dalam momentum naik.

Konteks

Tekanan bagi Persija tidak hanya datang dari sisi lapangan. Skuad ibu kota itu dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai kandang hingga April 2027 akibat proses renovasi yang sedang berlangsung. Di sisi lain, kondisi rumput Jakarta International Stadium disebut belum cukup representatif sebagai alternatif. Ketiadaan kandang yang ideal bisa menjadi faktor tambahan yang menyulitkan langkah Persija mempertahankan performa terbaik mereka.

Persaingan antara Persib dan Persija selalu menjadi salah satu magnet utama Super League. Dengan selisih poin yang kian tipis dan momentum Persib yang terus membaik, paruh pertama musim 2026/2027 diprediksi akan semakin sengit di papan atas klasemen.

Foto: Ilustrasi/arsip, Robby Darwis, legenda Persib Bandung. Kontributor Wikimedia / Wikimedia Commons (lisensi bebas, lihat halaman berkas)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *