JAKARTA, LENSA-INDO.COM – FIFA ASEAN Cup adalah turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara yang diselenggarakan langsung oleh FIFA, bukan oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Edisi perdananya digelar pada 24 September–5 Oktober 2026 dengan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah, dan Timnas Indonesia keluar sebagai juara setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti di final. Nama turnamen ini kembali ramai dicari pekan ini, setelah kabar Singapura—lawan pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup—akan menghadapi Brasil yang diperkuat Raphinha dan Vinícius Júnior pada November.
Apa Itu FIFA ASEAN Cup?
FIFA ASEAN Cup diluncurkan FIFA sebagai kompetisi yang terbuka bagi seluruh 11 negara anggota ASEAN. Liputan6 mencatat seluruh pertandingannya masuk kalender resmi FIFA, sehingga hasilnya berpengaruh langsung pada poin peringkat dunia FIFA setiap tim.
Edisi 2026 diikuti 14 tim: 11 negara ASEAN ditambah tiga tim undangan dari luar kawasan, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong. Turnamen dibagi ke dalam dua divisi. Divisi utama yang disebut FIFA ASEAN Cup digelar di Jakarta dan Bandung, sedangkan divisi kedua (FIFA ASEAN Challenge Cup) digelar di Hong Kong.
Format Turnamen: Dua Divisi dengan Promosi dan Degradasi
Menurut detikKalimantan, Divisi 1 diikuti delapan tim yang dibagi ke dua grup. Grup A berisi Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura, sementara Grup B berisi Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Pertandingan Divisi 1 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Stadion Si Jalak Harupat (Bandung).
Divisi 2 diikuti enam tim dan digelar di Kai Tak Stadium serta Mong Kok Stadium, Hong Kong. Grup A berisi Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam; Grup B berisi Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste.
Setiap tim dalam grup bertanding satu kali melawan semua lawan (setengah kompetisi). Juara grup bertemu di final divisi, sedangkan perebutan tempat ketiga hanya digelar di Divisi 1 antara para runner-up grup. Juara Divisi 2 berhak promosi ke Divisi 1 pada edisi berikutnya, menggantikan tim peringkat terbawah Divisi 1.
Hadiah Uang
Liputan6 melaporkan total hadiah turnamen sekitar 4 juta dolar AS (sekitar Rp71 miliar). Rinciannya sebagai berikut:
| Kategori | Nilai | Perkiraan Rupiah |
|---|---|---|
| Juara Divisi Utama | US$1 juta | ± Rp17,8 miliar |
| Juara Divisi Challenge | US$300.000 | ± Rp5,3 miliar |
| Biaya partisipasi per tim | US$125.000 | ± Rp2,2 miliar |
Apa Bedanya dengan Piala AFF?
Banyak pembaca bertanya apakah FIFA ASEAN Cup menggantikan Piala AFF. Jawabannya: tidak. Piala AFF—kini bernama ASEAN Championship—sudah digelar sejak 1996 dan tetap berjalan sebagai kompetisi terpisah. Perbedaan utamanya dirangkum dalam tabel berikut.
| Aspek | Piala AFF / ASEAN Championship | FIFA ASEAN Cup |
|---|---|---|
| Penyelenggara | AFF | FIFA |
| Jadwal | Umumnya di luar kalender FIFA Matchday | Di dalam jendela internasional FIFA |
| Kewajiban klub melepas pemain | Tidak wajib | Wajib |
| Format | Tanpa divisi | Dua divisi, ada promosi-degradasi |
| Peserta | Negara Asia Tenggara | Negara ASEAN plus tim undangan |
Perbedaan jadwal adalah yang paling berdampak. Karena digelar pada FIFA Matchday, klub wajib melepas pemainnya. Bagi Indonesia, ini berarti pemain yang berkarier di Eropa bisa dipanggil tanpa hambatan—masalah klasik yang kerap muncul setiap Piala AFF.
Jejak Indonesia: Dari Laga Pembuka hingga Juara
Indonesia membuka kampanye dengan menang 2-0 atas Singapura di SUGBK pada 25 September 2026. Menurut detikSumut, Ragnar Oratmangoen mencetak gol pada menit ke-13 dan Ole Romeny menambah gol lewat penalti pada menit ke-74, setelah bek Singapura Safuwan Baharudin diganjar kartu merah lewat tinjauan VAR.
Laga penentuan grup berlangsung dramatis. Good News From Indonesia mencatat Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A, sementara Malaysia menang 6-0 atas Singapura. Indonesia akhirnya lolos ke final berkat keunggulan selisih gol, dengan dua gol di masa tambahan waktu dari Kevin Diks dan Mitchell Baker.
Di final pada Senin (5/10/2026) di SUGBK, Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti. Gelar ini disebut mengakhiri penantian panjang Indonesia akan trofi di level tim nasional senior, sekaligus memutus rentetan delapan laga tanpa kemenangan atas Thailand dalam sekitar satu dekade, menurut data FIFA yang dikutip Good News From Indonesia. Tim asuhan John Herdman ini kini bersiap menghadapi Piala Asia 2027.
Mengapa Singapura Kembali Disorot?
Topik FIFA ASEAN Cup kembali muncul di pencarian setelah VIVA melaporkan Singapura menjadi tuan rumah The Kallang Football Series pada 13–17 November 2026, juga di jendela FIFA Matchday. Turnamen empat tim itu mempertemukan Singapura, Brasil, Jepang, dan Paraguay. Singapura menghadapi Paraguay pada 13 November dan Brasil pada 17 November. Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memanggil Raphinha, Vinícius Júnior, Gabriel Magalhães, dan Bruno Guimarães.
Bagi Indonesia dan kawasan, ini menunjukkan tren baru: jendela FIFA Matchday makin dimanfaatkan negara Asia Tenggara untuk laga berkualitas yang menambah poin peringkat, baik lewat turnamen resmi seperti FIFA ASEAN Cup maupun turnamen undangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah FIFA ASEAN Cup sama dengan Piala AFF?
Tidak. FIFA ASEAN Cup diselenggarakan FIFA di jendela FIFA Matchday, sedangkan Piala AFF (ASEAN Championship) diselenggarakan AFF dan tetap berjalan terpisah.
Siapa juara FIFA ASEAN Cup 2026?
Indonesia, setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti usai imbang 2-2 di final, 5 Oktober 2026, di SUGBK Jakarta.
Apakah hasil FIFA ASEAN Cup memengaruhi peringkat FIFA?
Ya. Seluruh pertandingannya masuk kalender resmi FIFA sehingga hasilnya dihitung dalam peringkat dunia.
Berapa hadiah untuk juara?
Juara divisi utama menerima US$1 juta atau sekitar Rp17,8 miliar, menurut Liputan6.
Penutup
FIFA ASEAN Cup membawa pendekatan baru bagi sepak bola Asia Tenggara: jadwal resmi FIFA, kewajiban klub melepas pemain, sistem promosi-degradasi, dan hadiah yang besar. Edisi perdananya sukses menjadi panggung bagi Timnas Indonesia. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, karena dengan sistem divisi, setiap edisi akan menentukan posisi sebuah negara di peta sepak bola kawasan.
Foto: Arsip 1962 – Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, lokasi final FIFA ASEAN Cup 2026. Arsip Pemerintah Indonesia / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


