BMKG: Cuaca Ekstrem Sulut Berpotensi Terjadi hingga 1 November, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Bendera Provinsi Sulawesi Utara, ilustrasi berita peringatan cuaca ekstrem Sulut dari BMKG Bendera Provinsi Sulawesi Utara (ilustrasi). Wikimedia Commons, Public domain

MANADO, LENSA-INDO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Utara yang berlaku hingga Minggu, 1 November 2026. Setelah berpekan-pekan dilanda kemarau akibat El Niño, sejumlah kabupaten dan kota di Sulut diperkirakan kembali diguyur hujan sedang hingga lebat pada akhir pekan ini, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Peringatan itu disampaikan Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, di Manado, Senin (26/10/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara. Ia meminta masyarakat dan para pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang masuk daftar berpotensi terdampak.

Wilayah yang Perlu Waspada Cuaca Ekstrem Sulut

Menurut BMKG, kondisi cuaca di Sulut hingga Jumat, 30 Oktober 2026, umumnya masih berkisar cerah hingga hujan ringan. Potensi cuaca ekstrem baru muncul pada akhir pekan dengan rincian sebagai berikut:

  • Sabtu, 31 Oktober 2026: Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
  • Minggu, 1 November 2026: Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Karina mengingatkan warga agar “waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat” yang dapat disertai petir dan angin kencang. BMKG juga mencatat adanya peningkatan akumulasi curah hujan di beberapa wilayah.

El Niño Sangat Kuat, tetapi MJO Picu Awan Hujan

Peringatan ini terbilang menarik karena muncul di tengah fenomena El Niño yang oleh BMKG digolongkan sangat kuat. Indeks NINO 3.4 tercatat +2,76, sedangkan Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -19,7. El Niño menekan pertumbuhan awan sehingga curah hujan berkurang dan risiko kekeringan serta kebakaran meningkat.

Namun, menurut BMKG, prediksi spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) menunjukkan gelombang atmosfer tersebut akan memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Sulut pada akhir pekan. Selain itu, labilitas atmosfer lokal yang kuat turut mendukung tumbuhnya awan hujan disertai kilat di sejumlah wilayah. Artinya, hujan lebat tetap bisa terjadi secara lokal dan singkat meskipun musim secara umum masih kering.

Konteks: Manado Sempat Berstatus Tanggap Darurat Kemarau

Dampak kemarau sudah terasa di ibu kota provinsi. Pemerintah Kota Manado sebelumnya menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau selama 14 hari, yakni 8–21 Oktober 2026, melalui Keputusan Wali Kota Manado Nomor 395/KEP/B.06/BPBD/2026, seperti diberitakan Berita Manado. Status itu menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah penanganan darurat.

Perpindahan cepat dari kering ke hujan lebat patut diwaspadai. Tanah yang lama kering cenderung lebih sulit menyerap air sehingga hujan deras berpotensi memicu genangan, limpasan permukaan, dan longsor di daerah berlereng seperti Tomohon dan sebagian Minahasa. Petir dan angin kencang juga berisiko bagi nelayan serta warga yang beraktivitas di ruang terbuka.

Dampaknya bagi Warga Sulut

Bagi warga di wilayah yang disebut BMKG, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan menjelang akhir pekan: membersihkan saluran air dan talang di sekitar rumah, memangkas dahan pohon yang rapuh, menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang, serta menunda aktivitas di laut atau lereng curam bila cuaca memburuk. Petani yang menunggu hujan dapat memanfaatkan momen ini, tetapi tetap memantau pembaruan prakiraan karena hujan diperkirakan bersifat lokal.

Informasi cuaca terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG dan media sosial Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Penjelasan lebih lanjut tentang cara membaca tanda pergantian musim dapat dibaca dalam ulasan cuaca hari ini dan tanda musim hujan di LENSA-INDO.COM.

Foto: Bendera Provinsi Sulawesi Utara (ilustrasi). Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara / Wikimedia Commons (Public domain)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *