Cuaca Hari Ini Kerap Hujan, Apakah Musim Hujan Sudah Tiba? Ini Penjelasan dan Cara Membaca Info BMKG

Ilustrasi BMKG: Musim Hujan Mundur, Hujan Ekstrem dan Banjir-Longsor Mengancam Ilustrasi. eujmhs / Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

MANADO, LENSA-INDO.COM – Kata kunci “cuaca hari ini” kembali menjadi salah satu pencarian teratas di Google Trends Indonesia. Hujan mulai rutin mengguyur sejumlah kota, dari Bandung hingga Karawang, sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berulang kali menerbitkan peringatan dini hujan lebat disertai petir untuk berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Utara. Pertanyaannya, apakah musim hujan sudah benar-benar tiba?

Jawabannya belum tentu. Hujan yang turun beberapa kali dalam sepekan tidak otomatis menandai pergantian musim.

Hujan Turun Belum Tentu Musim Hujan

BMKG menetapkan awal musim hujan berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian, yaitu periode 10 hari. Seperti dijelaskan pejabat Stasiun Klimatologi BMKG kepada Antara, sebuah wilayah dinyatakan memasuki musim hujan bila curah hujan dalam satu dasarian sama dengan atau lebih dari 50 milimeter, lalu diikuti dasarian-dasarian berikutnya dengan hujan yang juga signifikan.

Sebaliknya, awal musim kemarau ditandai curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian yang berlanjut pada dasarian berikutnya. Masa di antara keduanya dikenal sebagai pancaroba atau peralihan, saat cuaca kerap berubah cepat: pagi cerah, siang terik, lalu sore hujan deras disertai petir dan angin kencang. Kondisi inilah yang banyak dirasakan warga belakangan ini.

Prakiraan Musim Hujan 2026/2027

Dalam paparan awal Oktober 2026, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki menyebut awal musim hujan secara nasional dimulai bertahap. Menurut laporan iNews yang dimuat RCTI+, sebanyak 63 zona musim (ZOM) diprakirakan masuk musim hujan pada Oktober, 185 ZOM pada November, dan 266 ZOM pada Desember 2026. Dengan kata lain, sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki musim hujan menjelang akhir tahun, lebih lambat dari biasanya akibat El Niño dan kemarau yang lebih panjang.

Katadata melaporkan, puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyebut musim hujan kali ini cenderung lebih pendek, tetapi dengan curah hujan normal hingga di atas normal. Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan mengingatkan, karena awal dan puncak musim berdekatan, lonjakan curah hujan berpotensi memicu banjir dan tanah longsor. Pembahasan sebelumnya dapat dibaca dalam laporan BMKG: Musim Hujan Mundur, Hujan Ekstrem dan Banjir-Longsor Mengancam.

Memahami Istilah dalam Prakiraan Cuaca Hari Ini

Saat membaca prakiraan, warga kerap menemukan istilah hujan ringan, sedang, lebat, hingga ekstrem. Istilah ini merujuk pada jumlah curah hujan dalam 24 jam. Kepala BMKG saat itu, Dwikorita Karnawati, seperti dikutip IDX Channel, menjelaskan pembagiannya sebagai berikut:

  • Hujan lebat: 50–100 milimeter per 24 jam.
  • Hujan sangat lebat: 100–150 milimeter per 24 jam.
  • Hujan ekstrem: lebih dari 150 milimeter per 24 jam.

Hujan ringan dan sedang berada di bawah ambang hujan lebat. Sebagai gambaran, curah hujan 1 milimeter setara dengan satu liter air yang jatuh di atas permukaan seluas satu meter persegi. Artinya, hujan ekstrem dapat menumpahkan lebih dari 150 liter air di setiap meter persegi dalam sehari, jumlah yang mudah membuat drainase kota kewalahan.

Cara Memantau Cuaca dan Peringatan Dini

Informasi resmi sebaiknya selalu dirujuk ke BMKG, bukan pesan berantai di media sosial. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Buka situs resmi bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG untuk melihat prakiraan hingga tingkat kecamatan.
  • Perhatikan peringatan dini cuaca yang mencantumkan jam berlaku. Peringatan ini biasanya berlaku dalam hitungan jam, sehingga perlu dicek ulang sebelum bepergian.
  • Ikuti kanal informasi stasiun BMKG di daerah masing-masing. Di Sulawesi Utara, informasi cuaca lokal dirilis oleh stasiun meteorologi dan klimatologi BMKG setempat.
  • Cocokkan informasi dengan kondisi di lapangan, terutama bagi nelayan dan pengguna jalur pegunungan yang rawan longsor.

Bersiap Sebelum Puncak Hujan

Masa pancaroba adalah waktu yang tepat untuk bersiap. Bersihkan saluran air dan talang rumah, pangkas dahan pohon yang rapuh, serta hindari berteduh di bawah pohon atau di area terbuka saat petir menyambar. Genangan air juga perlu dikuras rutin karena menjadi tempat berkembang biak nyamuk penular demam berdarah. Panduan lengkapnya tersedia di artikel Waspada DBD Jelang Musim Hujan.

Dengan memahami cara kerja prakiraan, warga tidak hanya tahu apakah hari ini akan hujan, tetapi juga bisa mengambil keputusan yang lebih aman untuk keluarga dan pekerjaannya.

Foto: Ilustrasi – hujan lebat di jalan kota. eujmhs / Wikimedia Commons (CC BY 3.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *