JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Harga emas Antam kembali naik pada Rabu (28/10/2026). Berdasarkan pantauan laman resmi Logam Mulia pukul 09.07 WIB yang dikutip ANTARA, emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp2.570.000, naik Rp20.000 dibandingkan Selasa (27/10) yang berada di level Rp2.550.000. Kenaikan ini terjadi saat pasar global menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Harga pembelian kembali (buyback) juga ikut terkerek Rp20.000 menjadi Rp2.365.000 per gram, seperti dilaporkan Investor Daily. Artinya, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini sekitar Rp205.000 per gram, atau kurang lebih 8 persen dari harga beli.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut harga dasar emas batangan Antam untuk sejumlah ukuran pada Rabu (28/10/2026), menurut data Logam Mulia yang dihimpun ANTARA:
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.335.000 |
| 1 gram | Rp2.570.000 |
| 2 gram | Rp5.080.000 |
| 5 gram | Rp12.625.000 |
| 10 gram | Rp24.195.000 |
| 25 gram | Rp62.862.000 |
| 50 gram | Rp125.645.000 |
| 100 gram | Rp251.212.000 |
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran sempit. Pada Selasa (20/10) harganya Rp2.564.000 per gram, lalu turun bertahap hingga Rp2.540.000 pada Jumat (23/10) dan Senin (26/10). Dengan demikian, harga hari ini sekitar Rp30.000 lebih tinggi dibanding titik terendah sepekan, tetapi baru sedikit di atas posisi 20 Oktober.
Menanti Keputusan The Fed
Pergerakan emas pekan ini tidak lepas dari agenda rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed pada Oktober. Menurut Trading Economics, The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin pada September 2026 ke kisaran 3,75–4,00 persen, kenaikan pertama sejak 2023. Sebagian besar pembuat kebijakan memperkirakan masih ada kenaikan lagi sebelum akhir tahun.
Meski begitu, pelaku pasar umumnya memperkirakan suku bunga ditahan pada rapat kali ini. Ketua The Fed Kevin Warsh enggan memberi sinyal arah keputusan dan menyatakan tidak ingin mendahului hasil rapat, sembari menegaskan inflasi AS masih terlalu tinggi. Data yang dirangkum Tiger Brokers menunjukkan inflasi konsumen AS mencapai 3,7 persen secara tahunan hingga September.
Bagi emas, suku bunga AS yang tinggi biasanya menjadi tekanan karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, bila The Fed menahan suku bunga, permintaan emas sebagai aset lindung nilai cenderung terjaga. Keputusan The Fed dijadwalkan diumumkan Rabu waktu AS atau Kamis (29/10) dini hari waktu Indonesia.
Dampaknya bagi Warga Sulut
Bagi warga Sulawesi Utara yang menabung emas, kenaikan harian semacam ini sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk membeli atau menjual secara terburu-buru. Selisih harga jual dan buyback yang sekitar 8 persen berarti emas umumnya baru menguntungkan bila disimpan dalam jangka menengah hingga panjang.
Perlu diperhatikan pula ketentuan pajak. Menurut ANTARA, pembelian emas batangan dikenai PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen, sedangkan penjualan kembali di atas Rp10 juta dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari nilai transaksi. Harga juga dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pembeli disarankan mengecek laman resmi Logam Mulia atau gerai resmi sebelum bertransaksi.
Kebijakan The Fed juga memengaruhi nilai tukar rupiah dan arah suku bunga di dalam negeri. Pembaca dapat menyimak ulasan sebelumnya tentang BI-Rate dan artinya bagi warga Sulut serta pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Foto: Ilustrasi — rapat Dewan Gubernur Federal Reserve, April 2019. Federal Reserve / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


