JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dukungan politiknya berperan mengubah prediksi kekalahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan parlemen Israel yang digelar pada Selasa (27/10). Trump mengklaim dukungannya mengubah proyeksi hasil pemilu dari kekalahan telak menjadi posisi unggul tipis bagi Netanyahu.
Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Rabu (28/10), Trump mengatakan dukungannya mengubah ketertinggalan suara Netanyahu menjadi kemungkinan kebuntuan politik atau bahkan kemenangan. “Semua ini terjadi SETELAH dukungan yang saya berikan, karena Presiden Trump hanya menginginkan yang terbaik bagi Timur Tengah, Israel, dan Amerika Serikat!” tulisnya.
Trump sebelumnya memberikan dukungan penuh kepada Netanyahu pada Minggu (25/10), di tengah persaingan pemilu yang ketat. Ia mengaku belum berbicara langsung dengan Netanyahu pasca-pemilu, namun menyatakan telah mendengar Netanyahu meraih hasil cukup baik.
Hasil Penghitungan Sementara
Penghitungan suara pemilu Israel masih berlangsung dengan hasil yang berubah-ubah. Menurut Times of Israel, hasil penghitungan dengan 57 persen suara masuk menempatkan koalisi Netanyahu dan Partai Likud di posisi 57 kursi, sementara aliansi rival utamanya, Partai Yashyar yang dipimpin mantan panglima militer Gadi Eisenkot, memperoleh 47 kursi.
Data lain yang dikutip Anadolu Agency menunjukkan bahwa dengan 48 persen kotak suara terhitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 55 kursi dari total 120 kursi Knesset (parlemen Israel), masih kurang enam kursi dari mayoritas mutlak. Blok oposisi Eisenkot diperkirakan memperoleh 50 kursi. Partai-partai yang dipimpin warga Arab Israel atau keturunan Palestina juga diproyeksikan meraih total 16 kursi.
Hasil exit poll awal memproyeksikan koalisi Netanyahu hanya akan meraih 51-52 kursi, sedangkan blok Eisenkot diperkirakan mendapat 49-51 kursi. Lebih dari 2,1 juta surat suara atau sepertiga dari total telah dihitung hingga Rabu siang waktu Indonesia.
Netanyahu Klaim Kemenangan
Meskipun koalisinya belum mencapai mayoritas, Netanyahu telah mengklaim kemenangan di hadapan para pendukungnya pada Rabu (28/10). “Yang kita lihat adalah bahwa Partai Likud merupakan partai terbesar. Tidak ada yang bisa menyaingi kami. Blok kanan memiliki mayoritas, dan mayoritaslah yang menentukan,” kata Netanyahu.
Trump juga mengomentari kemungkinan hasil imbang sebagai kemenangan bagi Netanyahu. “Mungkin dia menang atau imbang. Dalam situasi seperti itu, hasil imbang bisa dianggap sebagai kemenangan,” ujar Trump kepada wartawan.
Konteks
Pemilu Israel kali ini berlangsung di tengah tekanan politik terhadap Netanyahu terkait kebijakan keamanan dan perang di Gaza. Sejak Oktober 2023, konflik telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut otoritas Palestina.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Mahkamah Internasional (ICJ) juga tengah menangani gugatan genosida yang diajukan Afrika Selatan dan didukung sejumlah negara terhadap Israel.
Foto: Ilustrasi. Jbuket / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


