Bayern vs Dortmund Imbang 2-2: Kane Gagal Penalti, Fábio Silva Selamatkan Dortmund di Menit 89

Allianz Arena, stadion laga Bayern vs Dortmund di Munich, Jerman Ilustrasi – Allianz Arena, Munich. Diego Delso / Wikimedia Commons (CC BY-SA)

MUNICH, LENSA-INDO.COM – Bayern München dan Borussia Dortmund bermain imbang 2-2 dalam laga Der Klassiker pekan kedelapan Bundesliga di Allianz Arena, Sabtu (31/10/2026) waktu setempat atau Minggu (1/11) dini hari WITA. Bayern dua kali unggul lewat Konrad Laimer (38′) dan Dayot Upamecano (66′), tetapi Dortmund membalas melalui Serhou Guirassy (60′) dan gol penyama kedudukan Fábio Silva pada menit ke-89. Harry Kane, yang baru meraih Ballon d’Or 2026, gagal mengeksekusi penalti setelah bola membentur tiang.

Hasil ini membuat kedua tim tetap tak terkalahkan. Menurut catatan ESPN, Bayern dan Dortmund sama-sama mengantongi 17 poin dari tujuh laga (lima menang, dua imbang) sebelum pertandingan, sehingga keduanya kini mengoleksi 18 poin. Bayern masih unggul selisih gol, tetapi peluang menjauh di papan atas klasemen Bundesliga gagal dimanfaatkan.

Jalannya Laga: Gol Dianulir, Penalti Membentur Tiang

Laga berjalan seimbang sejak awal. Statistik babak pertama yang dihimpun VAVEL mencatat penguasaan bola 50 persen berbanding 50 persen, dengan Bayern melepaskan delapan tembakan (tiga tepat sasaran) dan Dortmund enam tembakan (satu tepat sasaran).

Dortmund sempat mengira mereka membuka skor lewat Jobe Bellingham sekitar menit ke-34, tetapi gol itu dianulir setelah tinjauan VAR menemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Bayern justru memanfaatkan momentum: Laimer menyambar bola muntah dan menjebol gawang Gregor Kobel pada menit ke-38.

Tuan rumah juga kehilangan dua pemain akibat cedera pada babak pertama. Ismael Saibari digantikan Nathaniel Brown, sedangkan Serge Gnabry ditarik keluar dan digantikan Josip Stanišić. Laporan beIN Sports menyebut Michael Olise juga sempat membentur tiang sebelum belakangan dilaporkan cedera.

Kane Gagal Penalti, Dortmund Bangkit

Momen krusial terjadi selepas jeda. Bayern mendapat penalti yang bisa menggandakan keunggulan menjadi 2-0, tetapi sepakan Kane membentur tiang. Tak lama kemudian, Guirassy menyamakan kedudukan pada menit ke-60.

Bayern kembali memimpin enam menit berselang. Upamecano mencetak gol pada menit ke-66 setelah menerima umpan Kane. Namun, Dortmund tidak menyerah. Pemain pengganti Fábio Silva mencetak gol penyama pada menit ke-89, membuat Allianz Arena terdiam. Pada menit-menit akhir, gelandang muda Bayern Lennart Karl masih sempat membentur tiang, nyaris menjadi penentu kemenangan.

Sebelum laga, pelatih Dortmund Niko Kovač sudah mengingatkan anak asuhnya bahwa lengah selama 10–15 menit saja di Munich bisa berakibat fatal, seperti dikutip beIN Sports. Peringatan itu terbukti: Dortmund dua kali tertinggal, tetapi mampu bangkit karena tidak kehilangan fokus hingga akhir.

Konteks: Duel Lini Serang Terbaik vs Pertahanan Terbaik

Der Klassiker kali ini mempertemukan lini serang paling produktif dan pertahanan paling kokoh di Bundesliga. beIN Sports mencatat Bayern datang dengan 25 gol dalam tujuh laga, sementara Dortmund baru kebobolan empat gol. Dua gol yang bersarang di gawang Dortmund malam itu menunjukkan ketajaman Bayern, tetapi dua gol balasan Dortmund juga menjadi ujian bagi pertahanan Bayern yang dikawal Upamecano dan Kim Min-jae.

Bagi Bayern, absennya Manuel Neuer dan Luis Díaz serta cedera Saibari, Gnabry, dan Olise menjadi catatan menjelang padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa. Sementara itu, Dortmund pulang dengan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing hingga akhir musim.

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, Der Klassiker menjadi salah satu laga yang paling banyak dicari pada akhir pekan ini, tecermin dari masuknya klasemen Bayern vs Dortmund ke daftar pencarian populer Google di Indonesia.

Foto: Ilustrasi – Allianz Arena, Munich, Jerman. Diego Delso / Wikimedia Commons (CC BY-SA)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *