MINAHASA, LENSA-INDO.COM – Di Desa Kanonang, wilayah Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, sebuah bukit berkabut menyimpan perpaduan yang jarang ditemui di satu tempat: rumah ibadah lima agama di puncaknya, pahatan raksasa wajah leluhur Minahasa di lerengnya, dan tanah panas yang mengepulkan uap belerang di kakinya. Tempat itu dikenal sebagai Bukit Kasih Kanonang, salah satu destinasi wisata religi paling dikenal di Sulawesi Utara.
Letaknya sekitar 50 kilometer dari Manado. Laman Good News From Indonesia dan peneliti dari CRCS Universitas Gadjah Mada sama-sama menyebut jarak itu, yang dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar satu setengah jam melewati kawasan dataran tinggi Minahasa.
Dari Bukit Doa Menjadi Bukit Kasih
Menurut catatan CRCS UGM, kawasan ini dibuka pada 1999 dengan nama Bukit Doa, lalu pada 2004 diakui negara sebagai tempat religi dan berganti nama menjadi Bukit Kasih. Pembangunannya berlangsung di tengah konflik bernuansa agama yang melanda sejumlah daerah di Indonesia pada akhir 1990-an. Bukit ini dimaksudkan menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.
Good News From Indonesia menyebut mantan Gubernur Sulawesi Utara A.J. Sondakh sebagai salah satu penggagasnya. Makam Sondakh pun berada di kompleks tersebut. Bukit ini sejak lama dianggap sakral dalam kepercayaan leluhur setempat, sehingga kehadirannya juga menyambung tradisi lama dengan simbol keagamaan modern.
Daya Tarik Utama
Lima rumah ibadah. Di puncak bukit berdiri tempat ibadah untuk umat Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Untuk mencapainya, pengunjung harus menapaki ribuan anak tangga. Situs perjalanan The World Travel Guy mencatat jumlahnya lebih dari 2.000 anak tangga, sehingga stamina dan bekal air minum perlu disiapkan.
Tugu Kasih. Tugu setinggi sekitar 20 meter ini memiliki lima sisi. Setiap sisi memuat pesan kasih dari kitab suci kelima agama tersebut. Di puncaknya terdapat bola dunia dengan burung merpati sebagai lambang perdamaian. Tugu yang dikelilingi kolam ini menjadi titik foto favorit pengunjung.
Wajah Toar dan Lumimuut. Di salah satu sisi bukit terpahat dua wajah raksasa yang menurut cerita rakyat menggambarkan Toar dan Lumimuut, leluhur orang Minahasa. Kisah keduanya juga terkait erat dengan situs batu musyawarah leluhur yang pernah diulas dalam artikel Watu Pinawetengan. Pahatan wajah ini dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat dari area parkir tanpa harus mendaki ke puncak.
Tanah panas dan uap belerang. Bukit Kasih berada di kawasan lereng Gunung Soputan. Di beberapa titik, uap panas berbau belerang keluar dari tanah, dan sebagian mata air panas dimanfaatkan warga untuk merendam kaki. Pelancong yang menuliskan kunjungannya mengingatkan bahwa tanah di area ini tidak stabil dan panasnya bisa terasa menembus alas kaki.
Lebih dari Sekadar Wisata?
Bukit Kasih juga menarik perhatian akademisi. Dalam forum diskusi CRCS UGM pada 2011, antropolog Judith Schlehe menilai kawasan ini dalam praktiknya lebih berfungsi sebagai tempat wisata ketimbang ruang dialog antaragama. Banyak pengunjung, menurutnya, hanya mendatangi rumah ibadah agamanya sendiri. Ia juga mencatat belum adanya simbol Konghucu, padahal agama itu telah diakui pemerintah sejak awal 2000-an. Meski begitu, Schlehe menyimpulkan bahwa Bukit Kasih tetap berpotensi mendukung kerukunan.
Catatan kritis itu justru bisa menjadi bahan renungan bagi pengunjung: kerukunan tidak cukup ditandai dengan bangunan, tetapi dihidupkan lewat perjumpaan dan saling menghargai.
Tips Berkunjung
- Tiket: laporan Good News From Indonesia dan The World Travel Guy menyebut tiket masuk sekitar Rp10.000, ditambah biaya parkir. Tarif dapat berubah sewaktu-waktu, jadi siapkan uang tunai secukupnya.
- Alas kaki: gunakan sepatu yang nyaman dan tertutup, bukan sandal, karena jalur tangga panjang dan permukaan tanah di sekitar titik uap terasa panas.
- Jaga jarak dari kepulan uap: jangan mendekati lubang uap panas dan ikuti batas aman yang ditetapkan pengelola.
- Perhatikan cuaca: kabut kerap menyelimuti bukit saat musim hujan, dan sebagian anak tangga pernah rusak akibat longsor. Cek prakiraan BMKG sebelum berangkat; panduannya ada di artikel cara membaca info cuaca BMKG.
- Hormati tempat ibadah: berpakaian sopan dan jaga ketenangan di area rumah ibadah.
Bukit Kasih dapat digabungkan dalam satu perjalanan sehari dengan destinasi lain di dataran tinggi Minahasa, seperti Danau Tondano. Rute dan tips wisata danau terluas di Sulut itu bisa dibaca di Panduan Wisata Danau Tondano. Jangan lupa mampir mencicipi kuliner khas Kawangkoan dalam perjalanan pulang.
Foto: Ilustrasi – pemandangan dataran tinggi Minahasa di sekitar Tomohon, arsip koleksi Tropenmuseum. Tropenmuseum / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)
Sumber:


