Musk Tegaskan Starlink Dilarang untuk Serangan Drone Ofensif Ukraina

Ilustrasi Musk Tegaskan Starlink Dilarang untuk Serangan Drone Ofensif Ukraina Ilustrasi. Image ISS008-E-20656 was taken April 4, 2004 with a Kodak DCS760 digital camera / Wikimedia Commons (Public domain)

WASHINGTON, LENSA-INDO.COM – Pendiri sekaligus pimpinan SpaceX, Elon Musk, menegaskan bahwa layanan internet satelit Starlink tidak pernah mengizinkan penggunaannya untuk operasi serangan drone ofensif oleh militer Ukraina. Pernyataan itu disampaikan Musk melalui platform X pada Sabtu (25/10/2026) sebagai pembelaan atas kebijakan pembatasan akses yang diberlakukan SpaceX terhadap angkatan bersenjata Ukraina.

Pelanggaran Syarat Penggunaan

Menurut Musk, seperti dilansir Anadolu Agency, militer Ukraina telah memanfaatkan Starlink dalam operasi serangan ofensif yang dinilai melanggar syarat dan ketentuan layanan. Ia menekankan bahwa Starlink pada dasarnya merupakan layanan komersial sipil, bukan sistem komunikasi militer.

“Penggunaan Starlink untuk serangan drone ofensif membunuh orang tidak pernah diizinkan,” kata Musk, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.

SpaceX dilaporkan telah menutup celah keamanan pada pekan lalu guna membatasi penyalahgunaan fungsi satelit komersial tersebut. Musk juga memperjelas perbedaan antara Starlink versi komersial dengan Starshield, yakni sistem komunikasi tingkat militer yang sepenuhnya dikendalikan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Starlink Tetap Vital bagi Pertahanan Ukraina

Di sisi lain, Musk mengakui betapa pentingnya Starlink bagi kelangsungan pertahanan Ukraina dalam perang melawan Rusia. Ia memperingatkan bahwa lini depan pertahanan Ukraina berpotensi langsung lumpuh apabila layanan tersebut diputus, seraya menyebut pernyataan itu sebagai penilaian faktual, bukan ancaman.

Menteri Pertahanan Ukraina Yevhenii Khmara mengonfirmasi bahwa gangguan penurunan kecepatan internet Starlink yang sempat berlangsung beberapa hari terakhir telah pulih setelah terjalin komunikasi tingkat tinggi. “Kami mencatat kecepatan kembali melampaui 400 km/jam dan koneksi berjalan stabil,” ujar Khmara, sebagaimana dikutip kantor berita Ukrinform. Ia menekankan bahwa keandalan jaringan komunikasi sangat krusial bagi pergerakan pasukan, operasi drone, dan logistik militer di lapangan.

Konteks

Ketegangan seputar penggunaan Starlink di zona perang Ukraina bukan pertama kali mencuat. Sejak awal invasi Rusia, SpaceX menjadi tulang punggung komunikasi militer Ukraina, namun batas antara fungsi pertahanan dan serangan ofensif kerap menjadi perdebatan. Musk sendiri mengklaim SpaceX telah berkontribusi lebih besar dari perusahaan swasta mana pun dalam mendukung pertahanan Ukraina, sekaligus mengecam pihak-pihak yang mendorong kelanjutan perang tanpa menawarkan solusi konkret.

Tak lama setelah pernyataan Musk memicu polemik, Presiden AS Donald Trump mengaku telah berbicara langsung dengan Musk mengenai situasi terkini di Ukraina, meski enggan mengungkap rincian pembicaraan tersebut.

Foto: Ilustrasi. Image ISS008-E-20656 was taken April 4, 2004 with a Kodak DCS760 digital camera / Wikimedia Commons (Public domain)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *