Gerakan Mahasiswa Serbia Menang Telak, Vucic Akui Kekalahan Setelah Dua Tahun Demo

Ilustrasi Gerakan Mahasiswa Serbia Menang Telak, Vucic Akui Kekalahan Setelah Dua Tahun Demo Ilustrasi. Rayhan9d / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

BEOGRAD, LENSA-INDO.COM – Mantan Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengakui kekalahan dalam pemilihan umum yang digelar Minggu (25/10/2026), menandai berakhirnya dominasi politiknya selama lebih dari satu dekade. Kemenangan diraih oleh gerakan mahasiswa yang selama hampir dua tahun menggelar aksi demonstrasi menentang dugaan korupsi dan kecenderungan otoriter pemerintahan.

Vucic dalam pidatonya yang disiarkan televisi menyatakan,

“Jelas bahwa kami telah kalah dalam pemilu ini, [gerakan] Student List telah menang.”

Berdasarkan hasil sementara, kelompok mahasiswa diperkirakan memperoleh 135 hingga 140 kursi dari total 250 kursi parlemen, sementara Partai Progresif Serbia (SNS) yang dipimpinnya hanya mengamankan 105 kursi.

Gelombang Protes Terbesar dalam Satu Generasi

Gerakan demonstrasi yang dipimpin mahasiswa bermula setelah atap kanopi stasiun kereta di Kota Novi Sad ambruk pada 2024 dan menewaskan 16 orang. Tragedi tersebut memicu kemarahan publik terkait dugaan korupsi dan buruknya tata kelola pemerintahan. Aksi protes yang awalnya berlangsung dalam skala kecil berkembang menjadi gelombang terbesar dalam satu generasi, memaksa Vucic menggelar pemilu dini pada September setelah mengundurkan diri dari jabatan presiden untuk maju sebagai perdana menteri.

Kelompok pembela hak asasi manusia dan aktivis menyatakan tindakan represif terhadap penentang pemerintah semakin memburuk selama periode tersebut. Vucic dan SNS berulang kali membantah tuduhan mengenai tindakan represif, korupsi, serta kegiatan memata-matai lawan politik. Vucic bahkan menuduh gerakan mahasiswa menerima pendanaan dari agen asing di Kroasia dan Montenegro, yang dibantah kelompok mahasiswa.

Partisipasi Tinggi dan Perayaan Meriah

Kemenangan mahasiswa didukung tingginya partisipasi masyarakat dalam pemilu kali ini. Lembaga jajak pendapat dan komisi pemilihan memperkirakan tingkat partisipasi mendekati 70 persen, menjadi yang tertinggi sejak pecahnya Yugoslavia pada 1992. Antrean panjang terlihat di berbagai tempat pemungutan suara di kota-kota Serbia sejak pagi, bahkan Vucic harus menunggu hampir dua jam untuk memberikan suaranya di Beograd.

Tak lama setelah pengumuman, jalanan Beograd dipenuhi puluhan ribu warga yang merayakan kemenangan. Kendaraan membunyikan klakson, warga menari, sementara para mahasiswa meneriakkan kata “kemenangan” dan “dia sudah tamat”. Sebuah kelompok musik tiup tradisional memainkan lagu, sementara sekelompok warga menerbangkan balon berbentuk angka tiga yang melambangkan nomor urut daftar kandidat mahasiswa.

Konteks

Vucic, politikus populis dan nasionalis, mendominasi panggung politik Serbia sejak 2014 baik sebagai perdana menteri maupun presiden. Para pendukungnya memuji upayanya memodernisasi perekonomian Serbia dan membangun infrastruktur termasuk jalan raya, jalur kereta api, sekolah, dan rumah sakit.

Daftar kandidat yang diajukan gerakan mahasiswa berisi 250 nama yang sebagian besar belum dikenal luas, termasuk profesor universitas, aktor, dan petani. Daftar dipimpin ahli jantung Ilija Srdanovic, namun sosok calon perdana menteri belum dipastikan. Agenda utama mereka mencakup pemberantasan korupsi dan perbaikan sistem pendidikan. Profesor Universitas Beograd Radomir Sajcic yang berbicara mewakili mahasiswa menyatakan, malam ini mereka merayakan kemenangan dan besok membangun masa depan.

Kemenangan ini mengingatkan pada kekalahan Viktor Orban di Hungaria pada April lalu dan berpotensi menginspirasi gerakan mahasiswa di negara-negara Eropa lainnya. Pemerintahan baru nantinya harus menjaga keseimbangan hubungan dengan China sebagai investor besar, Rusia sebagai sekutu tradisional dan pemasok gas alam, serta Uni Eropa sebagai mitra dagang terbesar Serbia.

Foto: Ilustrasi. Rayhan9d / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *