JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Harga BBM November 2026 di SPBU Pertamina tidak berubah. Per Minggu (1/11/2026), Pertamina mempertahankan harga seluruh produk bahan bakar, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi, sehingga konsumen membayar tarif yang sama seperti bulan lalu. Dengan keputusan ini, harga Pertamax sudah tiga bulan tidak bergerak, sedangkan BBM nonsubsidi lain bertahan sejak penyesuaian awal September.
Berdasarkan daftar harga di laman resmi Pertamina yang dikutip ANTARA, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Untuk bensin nonsubsidi, Pertamax (RON 92) dijual Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.600 per liter. Adapun solar nonsubsidi Dexlite dipatok Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 November 2026
| Produk | Harga per liter | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 | Penugasan, tetap |
| Biosolar | Rp6.800 | Subsidi, tetap |
| Pertamax | Rp15.950 | Tetap sejak 1 Agustus 2026 |
| Pertamax Green 95 | Rp19.150 | Tetap sejak 2 September 2026 |
| Pertamax Turbo | Rp19.600 | Tetap |
| Dexlite | Rp23.700 | Tetap |
| Pertamina Dex | Rp25.200 | Tetap |
Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen seperti DKI Jakarta. Di provinsi lain, angka di SPBU bisa sedikit berbeda mengikuti tarif pajak daerah masing-masing.
Konteks: Dari Penurunan Agustus ke Kenaikan September
Harga yang bertahan saat ini merupakan hasil dua kali penyesuaian dalam tiga bulan terakhir. Pada 1 Agustus 2026, Pertamina menurunkan Pertamax dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo dari Rp19.300 menjadi Rp18.300, dan Pertamax Green 95 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600, menurut Infobank News. Saat itu, Dexlite masih Rp19.700 dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Sebulan kemudian, harga nonsubsidi kembali disesuaikan pada 2 September 2026. Bila dibandingkan dengan harga awal Agustus, Pertamax Turbo kini lebih mahal Rp1.300 per liter, Pertamax Green 95 lebih mahal Rp2.550, Dexlite naik Rp4.000, dan Pertamina Dex naik Rp4.050 per liter. Hanya Pertamax yang tidak ikut naik. Sejak itu, harga tidak lagi diubah pada Oktober maupun November.
Penetapan harga BBM nonsubsidi mengikuti formula dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang memperhitungkan antara lain harga minyak dunia dan kurs rupiah. Sementara itu, untuk BBM bersubsidi, Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora pada September lalu menyatakan tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026 sesuai arahan pemerintah, seperti dikutip Katadata.
Dampaknya bagi Warga Sulut
Bagi rumah tangga dan pelaku usaha di Sulawesi Utara, harga yang stabil memberi kepastian biaya transportasi setidaknya hingga akhir tahun. Hal ini penting karena kenaikan biaya angkut kerap merembet ke harga bahan pangan, yang belakangan menjadi pendorong utama inflasi Sulut yang sempat menjadi tertinggi di Indonesia.
Namun, selisih harga yang lebar antara Pertalite (Rp10.000) dan Pertamax (Rp15.950) juga berpotensi mendorong peralihan konsumen ke BBM penugasan. Situasi serupa pernah memicu antrean Pertalite di Manado beberapa waktu lalu. Pengguna kendaraan diesel paling merasakan beban: dengan Dexlite di kisaran Rp23.700 per liter, pengisian 40 liter kini menelan sekitar Rp948.000, atau Rp160.000 lebih mahal dibanding awal Agustus.
Warga dapat mengecek harga terbaru per provinsi melalui aplikasi atau laman resmi MyPertamina sebelum mengisi bahan bakar, karena penyesuaian harga nonsubsidi umumnya diumumkan di awal bulan.
Foto: Ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar. Library of Congress / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


