Antrean Pertalite di Manado, Pertamina Tambah Pasokan 30 Persen dan Operasikan IT Bitung 24 Jam

Ilustrasi SPBU Pertamina Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Henri Aja / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MANADO, LENSA-INDO.COM – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Manado dan sekitarnya belum sepenuhnya terurai hingga akhir pekan ini. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan telah menambah penyaluran Pertalite sebesar 30 persen di atas rata-rata harian normal dan mengoperasikan Integrated Terminal (IT) Bitung selama 24 jam untuk memulihkan pasokan di Sulawesi Utara.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengakui situasi ini merepotkan warga. Ia menyebut Pertamina memahami kondisi saat ini “menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat”, seperti dikutip Antara, Sabtu (17/10/2026).

Berawal dari Stok Kosong di Sejumlah SPBU

Kelangkaan Pertalite mulai dikeluhkan warga Manado sejak pertengahan pekan. Laporan detikSulsel pada Rabu (14/10) mencatat stok Pertalite di beberapa SPBU sudah habis, sehingga pembeli menumpuk di SPBU yang masih melayani, antara lain di kawasan Kairagi, Winangun, Dendengan Luar, dan Sario. Antrean bahkan meluber ke badan jalan dan memicu kemacetan.

Pengemudi ojek daring di Manado mengaku sudah dua hari kesulitan mendapatkan Pertalite. Antrean disebut didominasi sepeda motor bertangki besar, sebagian di antaranya diduga telah dimodifikasi.

Pasokan Tambahan dan Langkah Pemprov

Pada Kamis (15/10), Pertamina mendatangkan tambahan stok 3.000 kiloliter Pertalite melalui kapal MT Naura yang bersandar di IT Bitung. Sehari kemudian, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina, Polda Sulut, dan jajaran Pemprov di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.

Usai rapat, gubernur memastikan adanya tambahan pasokan. “Kita sudah menambah 3 juta liter, dan hari ini akan datang kurang lebih sore ini 5 juta liter,” kata Yulius seperti dilaporkan Komentar.co.id, Jumat (16/10). Menurut laporan yang sama, pasokan dalam jumlah lebih besar dijadwalkan kembali masuk pada 20 Oktober 2026.

Selain menambah volume, Pertamina menyebut telah menambah operator SPBU, menempatkan petugas pengatur antrean (marshal), serta berkoordinasi dengan Forkopimda dan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar SPBU. Warga yang mengantre juga dibagikan air minum.

Dampaknya bagi Warga Sulut

Bagi warga, terutama pengemudi ojek daring, sopir angkot, dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kendaraan, antrean panjang berarti waktu kerja yang hilang dan ongkos tambahan. Kelangkaan BBM juga berpotensi menambah tekanan harga di tengah inflasi Sulawesi Utara yang sedang tinggi; BPS mencatat inflasi tahunan Sulut pada September 2026 mencapai 7,59 persen, tertinggi di Indonesia.

Pertamina dan Pemprov Sulut sama-sama mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak membeli secara berlebihan atau berulang, dan mengantre dengan tertib. Pembelian berlebih (panic buying) justru bisa memperpanjang antrean karena stok di SPBU cepat terkuras sebelum pengiriman berikutnya tiba.

Warga dapat memantau ketersediaan BBM di SPBU terdekat melalui aplikasi resmi Pertamina atau layanan Pertamina Call Center 135 sebelum berangkat mengisi bahan bakar.

Foto: Ilustrasi SPBU Pertamina. Henri Aja / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *