Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson Terima Ancaman Pembunuhan dari Suporter

Ilustrasi Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson Terima Ancaman Pembunuhan dari Suporter Ilustrasi. James T M Towill / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

BANGKOK, LENSA-INDO.COM – Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson menghadapi teror ancaman pembunuhan dari sejumlah suporter setelah timnya gagal meraih gelar juara di dua turnamen Asia Tenggara terakhir. Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelatih asal Inggris itu, tetapi juga menyasar anggota keluarganya.

Bek Timnas Thailand yang bermain untuk klub Jerman Elversberg, Nicholas Mickelson, mengecam keras tindakan suporter yang melontarkan ancaman kekerasan. Dalam wawancara dengan media Thailand Siamsport yang diterbitkan 25 Oktober, Mickelson menegaskan bahwa sepak bola tidak seharusnya menjadi alasan seseorang menerima ancaman keselamatan.

“Pada akhirnya, kita semua manusia dan sepak bola hanyalah olahraga. Saya tidak percaya ada orang yang pantas menerima ancaman seperti itu,” ujar Mickelson, seperti dikutip Siamsport. Pemain berusia 27 tahun itu menilai Hudson tidak layak menjadi sasaran makian kasar hanya karena hasil pertandingan atau perbedaan pandangan mengenai strategi.

Ancaman Melalui Media Sosial

Kasus ancaman terhadap Hudson mulai menjadi perhatian publik pada 5 Oktober 2026. Media Thailand Spacebar melaporkan bahwa Hudson memperlihatkan pesan-pesan bernada ancaman yang dikirimkan ke akun Instagram pribadinya kepada pengelola halaman ulasan sepak bola Wikhro Ball Jingjang.

Sejumlah pesan berisi ancaman pembunuhan terhadap Hudson dan keluarganya. Ada pula pesan yang mengancam akan menabraknya menggunakan kendaraan hingga mematahkan kakinya apabila bertemu di tempat umum. Teror tersebut dilaporkan datang dari akun media sosial asli maupun palsu, dan semakin intens setelah Thailand kalah dari Vietnam pada final Piala ASEAN 2026 pada Agustus lalu.

Tekanan Setelah Kekalahan Beruntun

Tekanan terhadap sang pelatih berlanjut setelah Thailand kembali gagal meraih gelar dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Pada partai final yang berlangsung 5 Oktober, Gajah Perang dikalahkan Timnas Indonesia. Bahkan kemenangan Thailand 2-0 atas Vietnam pada fase grup turnamen tersebut tidak sepenuhnya meredakan kritik.

Pendekatan permainan Hudson yang dinilai terlalu defensif tetap menjadi bahan perdebatan di kalangan suporter. Gaya bermain Thailand yang dianggap terlalu bertahan menjadi salah satu sorotan utama, meskipun tim berhasil meraih hasil positif dalam beberapa pertandingan.

Konteks

Ancaman terhadap Hudson sebenarnya sudah muncul sejak awal masa kepelatihannya. Pada November 2025, media Thailand Thairath mengutip pengamat sepak bola Jay Worapath yang mengungkapkan bahwa Hudson pernah mendapat ancaman akan ditabrak kendaraan tidak lama setelah ditunjuk menggantikan Masatada Ishii.

Kendati menghadapi tekanan berkepanjangan, Hudson belum berencana meninggalkan jabatannya. Asosiasi Sepak Bola Thailand bahkan telah memperpanjang kontraknya hingga Februari 2028. Hudson kini tetap menjalankan tugasnya dengan memantau pemain dan mempersiapkan timnas Thailand menghadapi King’s Cup pada November serta Piala Asia 2027. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai penangkapan terduga pelaku ataupun konfirmasi bahwa penyelidikan resmi kepolisian telah dimulai.

Foto: Ilustrasi. James T M Towill / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *