YOGYAKARTA, LENSA-INDO.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gandung Pardiman, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026) pagi di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Yogyakarta. Politikus senior kelahiran Bantul, 25 Februari 1953, itu berpulang dalam usia 73 tahun dan dimakamkan pada hari yang sama di pemakaman keluarga di Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
Putra almarhum, Syarief Guska Laksana, yang kini menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD DIY, menyebut ayahnya mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB di ruang ICU, seperti dikutip Viva Jogja. Menurut keterangan keluarga, Gandung dirawat sejak Jumat (23/10/2026) karena demam. Kondisinya sempat membaik pada Minggu, lalu menurun pada Selasa dini hari.
Disemayamkan di Ponjong, Dimakamkan Sore Hari
Jenazah disemayamkan di rumah duka di Dusun Kerjo II, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul. Radar Jogja melaporkan pemakaman dijadwalkan pukul 17.00 WIB di makam keluarga. Syarief menuturkan, sang ayah telah menyiapkan sendiri lokasi makamnya ketika masih sehat. Keluarga juga memohon maaf atas kesalahan almarhum semasa hidup dan meminta doa dari masyarakat.
Wakil Ketua DPD Golkar DIY, Agus Mulyono, kepada Kumparan membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebut almarhum sudah cukup lama menjalani cuci darah. Kumparan juga mencatat Gandung duduk di DPR RI sejak 2009 dan pernah memimpin DPD Golkar DIY. Adapun keterangan resmi mengenai penyebab kematian tidak disampaikan dalam laporan-laporan tersebut.
Baca juga: Sumpah Pemuda 2026 Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati”
Jejak Panjang Gandung Pardiman di Legislatif
Gandung dikenal sebagai salah satu politikus Golkar paling senior di Yogyakarta. DPRD DIY, dalam pernyataan belasungkawanya, menyebut almarhum pernah menjabat Wakil Ketua DPRD DIY dan “telah mengabdikan diri dalam perjalanan kelembagaan” daerah. Setelah itu ia melanjutkan kiprah di Senayan selama lebih dari satu dekade.
Di daerah pemilihannya, Gandung kerap terlihat dalam kegiatan sosial. Pada September 2026, misalnya, ia menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Gunungkidul dan Bantul, termasuk 20 tangki air di Kapanewon Panggang dan 50.000 liter air di Karangtengah, Imogiri, seperti dicatat Radar Jogja.
Bagi Golkar DIY, kepergian Gandung berarti kehilangan figur yang lama menjadi penggerak partai di provinsi itu. Jejak politik keluarga kini diteruskan putranya, Syarief, yang memimpin fraksi Golkar di DPRD DIY.
Konteks: Kursi yang Ditinggalkan
Dengan wafatnya anggota DPR yang masih menjabat, kursi yang ditinggalkan nantinya diisi melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) sesuai ketentuan perundang-undangan, yakni oleh calon dari partai dan daerah pemilihan yang sama berdasarkan perolehan suara pemilu. Hingga berita ini ditulis, belum ada pengumuman resmi dari DPR RI maupun Partai Golkar mengenai proses tersebut.
Kabar meninggalnya Gandung Pardiman menjadi salah satu pencarian terpopuler di Google Indonesia pada Selasa ini.
Foto: Ilustrasi – bendera Merah Putih. Pemerintah Indonesia / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:


