JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Pandangan yang makin buram atau berkabut, warna yang tampak pudar, silau saat melihat lampu, dan sulit melihat di malam hari termasuk gejala katarak yang paling sering dilaporkan. Katarak berkembang perlahan dan pada tahap awal sering tidak terasa, padahal kondisi ini merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Kabar baiknya, gangguan penglihatan akibat katarak umumnya bisa dipulihkan lewat operasi. Pemerintah kini juga menargetkan jumlah operasi katarak yang jauh lebih besar setiap tahun.
Target Baru Kemenkes untuk Operasi Katarak
Kantor berita Antara melaporkan pada Senin, 26 Oktober 2026, bahwa Kementerian Kesehatan menargetkan Cataract Surgical Rate (CSR) nasional minimal 3.000 operasi per satu juta peserta BPJS Kesehatan per tahun. CSR adalah ukuran jumlah operasi katarak per sejuta penduduk dalam setahun.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memaparkan beberapa target lain:
- cakupan operasi mencapai 80 persen penderita katarak tingkat sedang hingga berat;
- sedikitnya 80 persen pasien memperoleh ketajaman penglihatan yang baik setelah operasi;
- minimal satu juta orang berisiko gangguan penglihatan menjalani deteksi dini di fasilitas layanan primer.
Menurut Dante, seperlima kasus penyakit penyebab disabilitas di Indonesia berasal dari gangguan penglihatan. Pemerintah bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) juga berkomitmen memangkas antrean operasi dan meratakan sebaran dokter spesialis mata hingga ke daerah terpencil.
Mengenali Gejala Katarak dan Faktor Risikonya
Katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh. National Eye Institute (NEI) Amerika Serikat menjelaskan bahwa katarak ringan sering tidak menimbulkan keluhan. Seiring waktu, keluhan yang muncul antara lain:
- pandangan berkabut atau kabur;
- warna tampak lebih pudar;
- sulit melihat di malam hari;
- silau berlebihan atau muncul lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu;
- penglihatan ganda pada satu mata;
- resep kacamata atau lensa kontak yang harus sering diganti.
Layanan kesehatan Inggris (NHS) menyebut katarak biasanya berkembang di kedua mata, meski tingkat keparahannya bisa berbeda. Faktor risiko yang dicantumkan NHS meliputi:
- usia 60 tahun ke atas;
- riwayat cedera atau operasi mata;
- pemakaian obat steroid jangka panjang;
- merokok;
- paparan sinar matahari (UV) yang kuat secara rutin tanpa pelindung;
- penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi;
- riwayat katarak dalam keluarga.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebagian besar penderita gangguan penglihatan dan kebutaan berusia di atas 50 tahun. Karena itu, penuaan penduduk ikut menambah jumlah kasus.
Baca juga: BPJS Kesehatan Tiba-tiba Nonaktif? Ini Penyebab dan Cara Mengaktifkannya Kembali
Pemeriksaan, Operasi, dan Pencegahan
Kapan ke dokter dan apa yang diperiksa
Periksakan mata ke dokter bila penglihatan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, seperti membaca, berkendara, atau menonton televisi. NEI menyarankan orang berusia 60 tahun ke atas menjalani pemeriksaan mata dengan pupil dilebarkan setiap satu hingga dua tahun.
Mayo Clinic menjelaskan beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan dokter mata:
- Tes ketajaman penglihatan dengan membaca huruf pada papan, bergantian untuk tiap mata.
- Pemeriksaan lampu celah (slit lamp) untuk melihat struktur mata dan kekeruhan lensa, sering disertai tetes pelebar pupil.
- Pengukuran tekanan bola mata.
- Wawancara mengenai sejauh mana penglihatan memengaruhi aktivitas pasien.
Dalam operasi katarak, lensa yang keruh diangkat lalu diganti dengan lensa buatan (lensa tanam intraokular) yang menetap di dalam mata. Mayo Clinic menyebut fakoemulsifikasi sebagai teknik yang paling umum. Pada teknik ini, alat berenergi gelombang ultrasonik memecah lensa keruh, lalu sisanya diisap keluar. Pasien umumnya dibius lokal, tetap sadar, dan bisa pulang di hari yang sama.
Menurut Mayo Clinic, mata bisa terasa tidak nyaman selama beberapa hari dan pemulihan biasanya butuh beberapa minggu. Jika kedua mata perlu dioperasi, operasi dilakukan bergantian setelah mata pertama pulih. NEI menyebut operasi ini sangat aman: sembilan dari sepuluh pasien melihat lebih baik setelahnya.
Perlu diketahui, NEI menegaskan bahwa operasi adalah satu-satunya cara mengangkat katarak. Mayo Clinic juga menyebut operasi sebagai satu-satunya pengobatan efektif bila kacamata tidak lagi menolong. Sampai sekarang belum ada obat tetes atau ramuan yang terbukti menghilangkan katarak. Pada tahap awal, keluhan bisa dikurangi dengan kacamata baru, penerangan rumah yang lebih terang, kaca pembesar, kacamata hitam antisilau, dan membatasi berkendara di malam hari. NEI mencatat sebagian besar orang tidak perlu terburu-buru operasi. Keputusannya sebaiknya dibicarakan bersama dokter mata.
Pencegahan yang realistis
Katarak akibat penuaan tidak sepenuhnya bisa dicegah, tetapi beberapa faktor risikonya bisa dikendalikan. Langkah yang disarankan NEI dan sejalan dengan daftar risiko NHS antara lain:
- memakai kacamata hitam pelindung UV atau topi saat beraktivitas di bawah terik matahari;
- berhenti merokok;
- mengendalikan gula darah dan tekanan darah bagi penderita diabetes atau hipertensi;
- melindungi mata dari cedera, misalnya dengan kacamata pengaman saat bekerja;
- memperbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh;
- tidak memakai obat steroid jangka panjang tanpa pengawasan dokter.
Situasi di Indonesia dan Sulawesi Utara
Data nasional terakhir yang sering dirujuk Kemenkes berasal dari survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014–2016. Survei itu dilakukan Perdami dan Badan Litbangkes di 15 provinsi, termasuk Sulawesi Utara, terhadap penduduk berusia 50 tahun ke atas. Hasilnya, angka kebutaan mencapai 3 persen dan sekitar 81 persen kebutaan disebabkan katarak. Dalam rilis Kemenkes tahun 2020, Perdami memperkirakan sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia buta karena katarak. Rilis tersebut tidak memuat angka khusus untuk Sulawesi Utara.
Secara global, WHO memperkirakan katarak menyebabkan sekitar 94 juta kasus gangguan penglihatan jauh atau kebutaan. WHO juga mencatat satu dari dua orang yang membutuhkan operasi katarak di dunia belum bisa mengaksesnya.
Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemeriksaan dimulai di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar, seperti puskesmas atau klinik. Bila dokter menilai perlu penanganan spesialis, peserta dirujuk ke fasilitas lanjutan. Antara pernah memberitakan kisah seorang pensiunan berusia 72 tahun di Manado pada Oktober 2023. Ia diperiksa di FKTP, dirujuk ke klinik mata, mendaftar antrean lewat aplikasi Mobile JKN, lalu dioperasi tanpa biaya. Sementara itu, BPJS Kesehatan pada 2018 menyatakan operasi katarak dijamin untuk peserta dengan kriteria tajam penglihatan tertentu sesuai indikasi medis. Ketentuan teknis dapat berubah, sehingga peserta sebaiknya menanyakan syarat terbaru ke FKTP atau kanal resmi BPJS Kesehatan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah katarak bisa sembuh dengan obat tetes mata?
Tidak. Menurut NEI dan Mayo Clinic, operasi adalah satu-satunya cara efektif mengangkat katarak. Kacamata dan pencahayaan yang baik hanya membantu mengurangi keluhan pada tahap awal.
Apakah operasi katarak harus segera dilakukan?
Tidak selalu. Operasi umumnya dianjurkan ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Waktu yang tepat ditentukan bersama dokter mata.
Berapa lama pemulihan setelah operasi?
Pasien biasanya bisa pulang di hari yang sama. Rasa tidak nyaman umumnya hilang dalam beberapa hari, sedangkan penyembuhan penuh butuh beberapa minggu.
Apakah operasi katarak ditanggung BPJS Kesehatan?
Operasi katarak termasuk layanan yang dijamin JKN sesuai indikasi medis, melalui alur rujukan dari FKTP. Pastikan kepesertaan aktif dan tanyakan prosedurnya di FKTP tempat Anda terdaftar.
Jangan Tunda Pemeriksaan Mata
Katarak berkembang perlahan, sehingga banyak orang baru sadar ketika penglihatannya sudah banyak berkurang. Pemeriksaan mata rutin, terutama setelah usia 50 tahun atau bagi penderita diabetes, membantu katarak terdeteksi lebih awal. Bila muncul gejala seperti pandangan berkabut atau silau berlebihan, segera konsultasikan dengan dokter di FKTP atau dokter spesialis mata. Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan diagnosis dokter.
Foto: Ilustrasi – mata dengan katarak yang tampak keruh. Rakesh Ahuja, MD / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.5)
Sumber:
- Antara – Kemenkes targetkan 3.000 operasi katarak per sejuta penduduk
- WHO – Blindness and vision impairment
- National Eye Institute (NIH) – Cataracts
- NHS – Cataracts
- Mayo Clinic – Cataracts: Diagnosis and treatment
- Kementerian Kesehatan RI – Katarak Penyebab Terbanyak Kebutaan
- Kementerian Kesehatan RI – Katarak Penyebab Tertinggi Kebutaan di Indonesia
- Antara – Penderita katarak jangan khawatir, BPJS Kesehatan tetap melayani
- Antara – Bebas biaya operasi katarak setelah ikut program JKN


