Sumpah Pemuda 2026 Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati”, Ini Pedoman Upacara dari Kemenpora

Ilustrasi bendera Merah Putih untuk peringatan Sumpah Pemuda 2026 Ilustrasi – bendera Merah Putih. Wikimedia Commons (Public domain)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 10.14.19 Tahun 2026 yang ditandatangani Menpora Erick Thohir di Jakarta pada 14 Oktober 2026.

Peringatan Sumpah Pemuda 2026 jatuh pada Rabu (28/10/2026), tepat 98 tahun setelah para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda II di Batavia pada 1928.

Makna Tema dan Logo

Menurut ulasan Pojoksatu dan Disway, tema tahun ini menekankan tiga sikap: patriotik sebagai wujud kebanggaan terhadap bangsa, gigih dalam menghadapi tantangan, dan berempati atau peduli terhadap sesama. Ketiganya diarahkan untuk memperkuat peran kepemimpinan pemuda dalam pembangunan nasional.

Logo peringatan mengusung konsep “Besi yang Menjadi Cahaya”. Metafora ini menggambarkan perjalanan bangsa yang ditempa sejarah dan tantangan, namun tetap memancarkan harapan. Empat lengkungan dalam logo membentuk sayap Garuda sebagai simbol nasionalisme, sekaligus dapat dibaca sebagai empat tangan yang saling berpegangan sebagai lambang kolaborasi. Pusaran ke arah kanan menyerupai anak panah yang bermakna kemajuan, sedangkan cahaya di tengah melambangkan kesadaran dan tujuan bersama.

Pedoman Upacara

Berdasarkan surat edaran Kemenpora, ketentuan utama upacara adalah sebagai berikut:

  • Waktu: Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.00 waktu setempat hingga selesai.
  • Tempat: halaman kantor, lapangan, atau menyesuaikan kondisi.
  • Pakaian: peserta mengenakan pakaian dinas harian, sedangkan petugas upacara mengikuti ketentuan instansi.
  • Rangkaian acara: antara lain pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan putusan Kongres Pemuda 1928, amanat pembina upacara, serta lagu nasional seperti “Bangun Pemudi Pemuda” dan “Satu Nusa Satu Bangsa”.

Surat edaran itu juga mengimbau gubernur, bupati, dan wali kota menyemarakkan peringatan dengan kegiatan kepemudaan, seperti seminar, dialog, kegiatan sosial, olahraga, seni budaya, dan aksi kepemudaan, sesuai situasi dan kondisi masing-masing daerah.

Konteks: Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda

Peringatan tahun ini menjadi bagian dari perjalanan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Sejak awal tahun, Kemenpora menyiapkan konsep peringatan yang lebih luas. Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR pada Januari 2026, Erick Thohir menyampaikan rencana menggabungkan peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan forum Youth Summit selama sekitar sepekan. “Kami menggabungkan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi Youth Summit,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Perlu dicatat, Hari Sumpah Pemuda merupakan hari besar nasional, tetapi tidak termasuk hari libur nasional, sehingga kegiatan sekolah dan perkantoran tetap berjalan seperti biasa.

Bagi Daerah, Termasuk Sulut

Bagi pemerintah daerah dan sekolah di Sulawesi Utara, surat edaran ini menjadi rujukan pelaksanaan upacara esok hari. Peringatan juga dapat diisi kegiatan yang dekat dengan semangat gotong royong lokal, seperti tradisi Mapalus di Minahasa, untuk menghidupkan nilai persatuan di kalangan generasi muda.

Foto: Ilustrasi – bendera Merah Putih. Berkas domain publik / Wikimedia Commons (Public domain)


Sumber:

2 thoughts on “Sumpah Pemuda 2026 Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati”, Ini Pedoman Upacara dari Kemenpora”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *