Momentum Peringatan Hari Kebudayaan Nasional, Anton Hariyanto Berharap Generasi Muda Lestarikan Budaya

LENSA-INDO.COM, MINAHASA UTARA — Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulawesi Utara menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan yang jatuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema besar “Budaya Hidup, Indonesia Berbudaya, Indonesia Berdaya”.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, Anton Hariyanto, S.Kom, M.M.S.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menggaungkan kembali nilai-nilai kebudayaan bangsa.

“Adapun esensi dari kegiatan ini adalah kita menggaungkan terkait dengan keberadaan kebudayaan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya, dan di Sulawesi Utara pada khususnya,” ujar Anton Hariyanto dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa tema tahun ini diharapkan menjadi momentum pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat mengenai kaya dan beragamnya warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Ini menjadi salah satu momentum untuk mengingatkan kembali kita terkait bahwa kita berdiri di atas warisan budaya leluhur kita yang sangat beragam, yang sangat banyak. Dan ini menuntut kita untuk tetap melestarikan dan memajukannya. Saya juga berharap kepada generasi muda, mari kita tetap melestarikan budaya leluhur kita,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan pada 17 Oktober 2026 diawali sejak pagi hari:
* Pukul 06.30 – 08.30 WITA: Pemeliharaan Cagar Budaya melalui kegiatan kerja bakti di CB Nasional Kompleks Waruga Sawangan, Minahasa Utara.
* Pukul 08.30 – 10.00 WITA: Kegiatan Aktivasi Warisan Budaya yang dipusatkan di lokasi CB Nasional Kompleks Waruga Sawangan, Minahasa Utara.
* Pukul 10.00 – 12.00 WITA: Kunjungan ke Maestro di kediaman Christian Taroreh, berlokasi di Wale Pahumungan, Desa Warembungan, Pineleng, Minahasa.

Penggunaan lokasi Cagar Budaya Nasional Waruga Sawangan menjadi kebanggaan tersendiri dalam peringatan tahun ini.

“Puji Tuhan, ini sudah menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional yang ditetapkan pada tahun ini, tahun 2026,” tutur Anton.

Selain rangkaian agenda di situs budaya, pihak BPK Sulawesi Utara juga menjadwalkan puncak perayaan Hari Kebudayaan pada tanggal 19 Oktober mendatang di salah satu pusat perbelanjaan (mal) di Sulawesi Utara.

Langkah ini diambil untuk mendekatkan kebudayaan kepada generasi muda di tengah arus modernisasi.

“Harapannya ini juga menjadi satu momentum bagi generasi muda untuk memahami bahwa kebudayaan itu boleh berada di mana saja, bahkan di tengah hiruk-pikuknya kebudayaan dunia, hal itu bisa tetap tumbuh dan berkembang. Mari kita lestarikan kebudayaan Indonesia secara bersama-sama dan kita jadikan kerja kolektif ini sebagai salah satu bukti kita dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan. Maju terus kebudayaan Indonesia!” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *