MANADO, LENSA-INDO.COM – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara pada Agustus 2026 mencapai 11.795 kunjungan, tertinggi sejak Februari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara yang dirilis 1 Oktober 2026 menunjukkan jumlah itu naik 13,28 persen dibanding Juli 2026 dan melonjak 108,47 persen dibanding Agustus 2025.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara menyebut kenaikan pada Agustus terutama didorong wisatawan asal Korea Selatan, seperti dikutip Barometer dan Antara.
Angka Utama Pariwisata Sulut Agustus 2026
- Wisman: 11.795 kunjungan (Juli 2026: 10.412; Agustus 2025: 5.658)
- Perubahan: +13,28 persen secara bulanan dan +108,47 persen secara tahunan
- Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulut: sekitar 1,28 juta perjalanan, turun 12,35 persen dibanding Juli
- Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang: 49,08 persen, lebih tinggi dibanding Agustus 2025
- Pintu masuk: hampir seluruhnya melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado; hanya 10 kunjungan lewat Pelabuhan Bitung
Korea Selatan Geser Dominasi China
Komposisi asal wisman berubah signifikan. Korea Selatan menyumbang 5.683 kunjungan atau 48,18 persen dari total, naik 47,30 persen dibanding bulan sebelumnya. Padahal pada Agustus 2025 jumlah turis Korea Selatan ke Sulut masih sangat kecil, sehingga lonjakan tahunannya tercatat ribuan persen.
China, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pasar utama Sulut, berada di posisi kedua dengan 3.945 kunjungan (33,45 persen). Angka itu turun 9,77 persen secara bulanan dan 12,22 persen secara tahunan. Pada Juli 2026, wisman asal China masih mendominasi. Negara asal lain yang masuk lima besar adalah Jerman (291 kunjungan), Amerika Serikat (210), dan Singapura (203).
Lebih Cepat dari Tren Nasional
Pertumbuhan wisman Sulut jauh melampaui angka nasional. Secara nasional, BPS mencatat kunjungan wisman pada Agustus 2026 sekitar 1,6 juta, naik 6,27 persen secara tahunan. “Pada Agustus 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,6 juta kunjungan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, seperti dikutip Investortrust.
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara ke Sulut justru melemah tipis, turun 0,62 persen dibanding Agustus 2025. Manado menjadi tujuan wisnus terbanyak dengan 341.634 perjalanan.
Artinya bagi Warga Sulut
Lonjakan turis asing membuka peluang bagi pelaku usaha pariwisata, mulai dari hotel, pemandu selam di Bunaken dan Lembeh, rumah makan, hingga perajin oleh-oleh. Ketergantungan pada satu atau dua pasar, kini Korea Selatan dan China, juga menjadi catatan: perubahan jadwal penerbangan langsung atau kebijakan di negara asal bisa cepat memengaruhi angka kunjungan.
Karena itu, pelaku usaha dapat mulai menyiapkan layanan berbahasa Korea, paket wisata yang sesuai minat pasar tersebut, serta promosi ke pasar Eropa dan Asia Tenggara. Data kunjungan wisman September 2026 dijadwalkan dirilis BPS pada awal November.
Foto: Ilustrasi – Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, arsip 2023. Hakuna Zar / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sumber:
