BBM Dinyatakan Normal, PJJ di Sulut Dibatalkan Mendadak dan Sekolah Sepi

Gedung SMA Negeri 1 Manado Foto: Ilustrasi – SMA Negeri 1 Manado, arsip 2016. Smansamanado / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MANADO, LENSA-INDO.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang semula dijadwalkan pada 19–21 Oktober 2026. Pembatalan diumumkan Minggu (18/10/2026) malam setelah pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulut dinyatakan kembali normal. Akibat pemberitahuan yang mendadak, sejumlah sekolah di Manado tampak sepi pada Senin (19/10/2026) pagi.

Dua Surat Edaran dalam Dua Hari

PJJ semula ditetapkan untuk menghemat BBM dan menekan mobilitas warga di tengah antrean panjang di SPBU. Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut menerbitkan Surat Edaran Nomor 420/DIKDA-01/3123/X/2026 tertanggal 16 Oktober yang memberlakukan PJJ bagi SMA, SMK, dan SLB selama tiga hari. Sejumlah sekolah, seperti SMA Negeri 2 Kotamobagu, bahkan sudah mengumumkan jadwal PJJ kepada orang tua siswa.

Kebijakan itu dicabut melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Sulut Nomor 400.3.1/26.5884/SEKR-DIKDA dan ditindaklanjuti surat Kepala Dikda Sulut Jahja Rondonuwu bernomor 420/DIKDA-01/3124/X/2026, keduanya bertanggal 18 Oktober. Seluruh satuan pendidikan diminta kembali menggelar pembelajaran tatap muka sesuai kalender akademik, seperti dilaporkan DetikManado dan Totabuan.co.

Pelaksana Harian Sekretaris Dikda Sulut, Bravo Turangan, menjelaskan bahwa distribusi BBM sebelumnya memengaruhi mobilitas warga sekolah. “Yang pasti untuk besok sudah kembali normal,” katanya seperti dikutip DetikManado. Menurut dia, tatap muka merupakan hak siswa dan lebih efektif dibanding belajar jarak jauh.

Sekolah Sepi, Jam Masuk Diundur

Pantauan DetikManado pada Senin pagi menunjukkan suasana lengang di sejumlah sekolah. Di SMKN 3 Manado, sekitar pukul 07.10 WITA hanya terlihat beberapa siswa di gerbang. Kondisi serupa terlihat di SMAN 7 dan SMAN 2 Manado, sementara siswa SMKN 1 Manado mulai berdatangan sekitar pukul 07.30 WITA. Di SMAN 1 Manado, guru tampak menyambut siswa di gerbang meski suasana belum ramai.

Seorang kepala sekolah menyebut pemberitahuan pembatalan baru diterima sekitar pukul 22.00 WITA, sehingga jam masuk diundur menjadi pukul 07.50 WITA. Banyak siswa dan guru yang sudah bersiap belajar dari rumah selama tiga hari pun terkejut. Bravo mengakui sebagian siswa mungkin terlambat menerima informasi dan menyatakan hal itu akan dibahas bersama pimpinan dinas.

Konteks: Antrean BBM Mulai Terurai

Pembatalan PJJ sejalan dengan membaiknya situasi di SPBU. Pada Minggu pagi, antrean di SPBU Sario dan Wanea Manado sudah normal, meski di SPBU COCO Boulevard dan Winangun Atas antrean masih cukup panjang. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan telah menambah penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata harian normal, menambah operator, dan mengoperasikan Integrated Terminal Bitung selama 24 jam.

Dampaknya bagi Warga Sulut

Bagi orang tua, perubahan mendadak ini menjadi pengingat untuk rutin memantau kanal informasi resmi sekolah dan Dikda Sulut, terutama saat kebijakan darurat diberlakukan. Sekolah juga diharapkan memberi kelonggaran bagi siswa yang terlambat atau tidak hadir pada hari pertama karena belum menerima informasi. Pertamina mengimbau warga tetap membeli BBM secukupnya dan melaporkan keluhan melalui Pertamina Contact Center 135.

Foto: Ilustrasi – SMA Negeri 1 Manado, arsip 2016. Smansamanado / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *