Menhan Sjafrie Minta Jenderal Kemhan Kompak, Mawas Diri, dan Waspada Perkembangan Situasi

Bendera Kementerian Pertahanan RI, ilustrasi arahan Menhan Sjafrie kepada jenderal Kemhan Ilustrasi. Kementerian Pertahanan RI / Wikimedia Commons (Public domain)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta para pejabat tinggi Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjaga kekompakan, bersikap mawas diri, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di tingkat nasional, kawasan, maupun global. Pesan Menhan Sjafrie itu disampaikan dalam pertemuan makan siang bersama jajaran pimpinan Kemhan di kantor kementerian, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026), dan dirilis Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pengembangan Kekuatan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema, Inspektur Jenderal Kemhan Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, serta sejumlah perwira tinggi bintang dua, sebagaimana dilaporkan Tribunnews dan IDN Times.

Pesan Menhan Sjafrie: Kompak dan Mawas Diri

Dalam keterangan resmi Biro Infohan, Sjafrie menekankan bahwa tugas pertahanan bukan sekadar menjalankan fungsi organisasi dan administrasi rutin, melainkan berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup bangsa. Karena itu, setiap pejabat diminta memahami tanggung jawabnya atas kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.

Ia juga meminta jajarannya memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan lingkungan strategis. Setiap perubahan dan potensi ancaman, menurut keterangan tersebut, perlu dicermati, diantisipasi, dan direspons dengan langkah yang terukur serta bertanggung jawab. Sikap mawas diri disebut penting agar setiap kebijakan dan tindakan tetap berada dalam koridor kepentingan nasional.

Keterangan resmi Kemhan menyebut momentum saat ini sebagai “ujian nyata nasionalisme dan patriotisme setiap insan pertahanan.” Kecintaan kepada bangsa, lanjut keterangan itu, harus dibuktikan melalui integritas, loyalitas, dan pengabdian nyata.

Konteks: Rapat Dewan Pertahanan Nasional

Pertemuan internal itu berlangsung beberapa hari setelah Sjafrie menerima Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Kemhan pada 2 November 2026. Kepala Biro Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait, dikutip IDN Times, menjelaskan pertemuan dengan Kapolri merupakan forum Dewan Pertahanan Nasional (DPN). “Pertemuan kemarin fokus pada koordinasi tugas fungsi pertahanan dan keamanan nasional secara makro,” ujarnya.

Rico menegaskan urusan penegakan hukum menjadi kewenangan Mabes Polri. Pertemuan dengan Kapolri itu berlangsung sehari sebelum Bareskrim Polri mengumumkan tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, yang turut menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Perkembangan kasus tersebut sebelumnya juga diberitakan dalam laporan pemerintah belum membahas pengganti Listyo Sigit di KSP.

Saat ditanya apakah arahan kepada para jenderal berkaitan dengan kasus itu, Rico tidak menjawab secara langsung. Ia menggambarkan pertemuan makan siang tersebut sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk menjaga kewaspadaan pejabat tinggi, sekaligus contoh agar setiap kementerian dan lembaga memiliki tata caranya sendiri.

Dampaknya bagi Publik

Bagi publik, arahan ini menunjukkan Kemhan berupaya menjaga soliditas internal di tengah dinamika keamanan dalam negeri dan situasi global yang berubah cepat. Penekanan pada integritas dan loyalitas pejabat juga penting karena kebijakan pertahanan menyangkut anggaran besar, pengadaan alutsista, serta keamanan wilayah perbatasan, termasuk perairan utara Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Hingga Minggu (8/11/2026), Kemhan belum merinci langkah tindak lanjut yang akan diambil setelah arahan tersebut. Publik dapat memantau keterangan resmi berikutnya melalui kanal informasi Kementerian Pertahanan.

Foto: Bendera Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (ilustrasi). Kementerian Pertahanan RI / Wikimedia Commons (Public domain)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *