Kualitas Udara Jakarta Membaik, Konsentrasi Polutan PM2.5 Turun di Lima Wilayah

Ilustrasi Kualitas Udara Jakarta Membaik, Konsentrasi Polutan PM2.5 Turun di Lima Wilayah Ilustrasi. Janak Bhatta / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Kualitas udara di Jakarta menunjukkan perbaikan setelah konsentrasi polutan PM2.5, PM10, dan sulfur dioksida tercatat menurun di lima wilayah ibu kota pada Sabtu (24/10) pagi. Penurunan ini terdeteksi melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara, khususnya dalam rentang waktu pukul 04.00 hingga 07.00 WIB.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menilai bahwa kondisi meteorologi dan kemungkinan dampak dari operasi modifikasi cuaca yang tengah dilaksanakan turut berkontribusi pada perubahan positif ini. Pemantauan menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kadar polutan secara konsisten di berbagai kawasan.

Data Penurunan di Lima Wilayah

Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menyampaikan bahwa di Jakarta Selatan, kadar PM2.5 pada pukul 04.00-05.00 WIB berada di kisaran 12-32 mikrogram per meter kubik, masih di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan sebesar 55 mikrogram per meter kubik.

Kawasan pesisir Jakarta Utara mencatat penurunan lebih signifikan dengan PM2.5 turun ke rentang 9-17 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00-07.00 WIB. Sementara itu, Jakarta Pusat mencatat konsentrasi PM2.5 dan PM10 pada pagi hari berada pada kisaran 12-43 mikrogram per meter kubik. Tren serupa juga terpantau di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Operasi Modifikasi Cuaca dan Upaya Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan menciptakan kondisi lebih nyaman bagi warga. Kegiatan ini sudah dilaksanakan dalam empat sorti penerbangan pada 21-23 Oktober menggunakan pesawat PK-SNH dengan menyebarkan bahan semai natrium klorida di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Hujan dengan intensitas bervariasi kemudian terjadi di sejumlah daerah sekitar Jakarta. Pada Jumat (23/10), hujan ringan hingga sedang tercatat di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. Pemprov DKI juga melakukan penyemprotan kabut air di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan Jakarta Running Festival 2026 dengan melibatkan Suku Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Konteks

Menurut Dudi, seperti dikutip Antara, perubahan konsentrasi polutan dapat dipengaruhi berbagai faktor termasuk kondisi meteorologi dan aktivitas sumber emisi lokal. Hujan yang terjadi berpotensi membantu membersihkan partikulat di atmosfer melalui proses deposisi basah. Namun, analisis lanjutan masih diperlukan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara.

Pada Minggu pagi (25/10), laman IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada kategori sedang dengan poin 79. Konsentrasi PM2.5 tercatat 24 mikrogram per meter kubik, atau 4,8 kali nilai panduan tahunan WHO. Kelompok sensitif dianjurkan mengurangi kegiatan luar ruang, memakai masker, menutup jendela, dan menggunakan pemurni udara.

Foto: Ilustrasi. Janak Bhatta / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *