Gunung Karangetang Erupsi, Abu Setinggi 1.000 Meter dan Lava Pijar Terpantau di Siau

Puncak Gunung Karangetang di Pulau Siau, foto arsip 2019, bukan dokumentasi erupsi 7 November 2026. Puncak Gunung Karangetang di Pulau Siau, foto arsip 2019, bukan dokumentasi erupsi 7 November 2026. Foto: Marwan Mohamad / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

LENSA-INDO.COM, SITARO — Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 17.34 WITA. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang melaporkan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak dan adanya guguran lava pijar dari kawah utara.

Pengamat Gunung Api Nadhif Dhaifullah, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Sabtu malam, menjelaskan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi lebih dari satu menit 19 detik saat laporan disampaikan.

Guguran lava terpantau dari kawah utara

Petugas menyebut aktivitas eksplosif kecil teramati di kawah utara, diikuti guguran lava pijar. Pada satu lintasan, material mengalir ke selatan sekitar 200–700 meter pada pelana antara kawah utara dan selatan, kemudian berbelok ke barat serta barat daya.

Pengamatan juga mencatat lintasan lava ke barat daya dan barat sekitar 700–1.000 meter, berpotensi menuju alur Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang. Ke arah barat laut, guguran teramati sekitar 500–700 meter dengan potensi ke kawasan alur Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.

Jarak yang disebutkan merupakan pengamatan pada waktu kejadian, bukan batas aman untuk aktivitas berikutnya. Pergerakan material vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi puncak, suplai lava, dan kemiringan lereng. Warga tidak disarankan mendatangi lokasi hanya untuk merekam letusan.

Status tetap Level II Waspada

Dalam laporan tersebut, Karangetang berada pada Level II (Waspada). Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah utama. Rekomendasi juga memuat perluasan sektoral ke arah selatan–barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Zona pembatasan ini harus dipahami sesuai petunjuk otoritas pemantauan gunung api. Bentuknya tidak selalu berupa lingkaran sempurna karena bahaya tertentu lebih besar pada jalur yang mengikuti lembah dan alur sungai. Jika aparat daerah mengumumkan perubahan rekomendasi, warga perlu mengikuti pengumuman terbaru tersebut.

Waspada awan panas dan lahar hujan

Pos PGA mengingatkan potensi guguran lava serta awan panas guguran dari material yang belum stabil. Sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya menjadi perhatian pengawasan. Bahaya lain adalah lahar ketika hujan deras membawa material vulkanik melalui sungai yang berhulu di bagian atas Karangetang.

Penduduk yang tinggal atau bekerja di bantaran sungai perlu meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menghindari aktivitas di alur sungai ketika cuaca memburuk. Material dapat terbawa hingga wilayah yang lebih rendah, sehingga ancaman tidak selalu berhenti pada lereng dekat puncak.

Langkah aman bagi warga dan pengunjung

Warga disarankan mengikuti informasi dari Pos PGA Karangetang, PVMBG, BPBD, dan pemerintah setempat. Ketika abu turun, lindungi makanan dan sumber air dari paparan, kurangi aktivitas luar ruang bila kondisi memburuk, serta gunakan pelindung pernapasan sesuai kebutuhan. Pengendara perlu berhati-hati saat jarak pandang menurun.

Jangan menyebarkan informasi yang menyebut letusan baru, angka korban, atau perintah evakuasi tanpa rujukan resmi. Dalam laporan yang menjadi dasar artikel ini, tidak dicantumkan angka korban maupun kerusakan akibat letusan Sabtu sore. Ketiadaan angka tersebut tidak dapat diartikan sebagai kepastian bahwa tidak ada dampak; situasi perlu terus dipantau.

Informasi penting pada Minggu pagi, 8 November 2026: peristiwa yang dibahas terjadi Sabtu sore dan status serta rekomendasi dapat diperbarui. Pembaca sebaiknya memeriksa kanal resmi MAGMA Indonesia sebelum bepergian ke area gunung.

Sumber utama: ANTARA, 7 November 2026 — Laporan Pos PGA Karangetang. Foto: arsip Gunung Karangetang tahun 2019 oleh Marwan Mohamad / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0; bukan dokumentasi erupsi 7 November.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *