7 Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Pembajakan, dari Passkey hingga Verifikasi Dua Langkah

Ilustrasi pengguna membuka WhatsApp di ponsel Ilustrasi penggunaan WhatsApp. Foto: Coleman Donaldson / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MANADO, LENSA-INDO.COM – Pembajakan akun WhatsApp masih menjadi modus penipuan yang sering memakan korban. Begitu akun diambil alih, pelaku biasanya mengirim pesan ke kontak korban untuk meminjam uang, menyebarkan tautan berbahaya, atau meminta kode verifikasi berikutnya. Kabar baiknya, WhatsApp kini menyediakan sejumlah fitur keamanan yang cukup kuat. Berikut tujuh langkah yang bisa Anda lakukan untuk melindungi akun.

Catatan: nama menu dan tampilan bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi dan jenis ponsel (Android atau iPhone). Pastikan WhatsApp Anda sudah diperbarui ke versi terbaru.

1. Aktifkan Passkey

Passkey memungkinkan Anda masuk ke akun WhatsApp menggunakan sidik jari, pemindai wajah, atau kode kunci layar ponsel, tanpa perlu mengandalkan kode SMS. Menurut blog resmi WhatsApp (Agustus 2026), lebih dari satu miliar orang telah memakai passkey, dan pengguna Android maupun iOS kini dapat menambahkan lebih dari satu passkey—berguna bagi yang memakai dua ponsel.

Cara mengaktifkannya: buka Pengaturan > Akun > Passkey, lalu ikuti petunjuk di layar.

2. Nyalakan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah menambah lapisan pengaman: meski pelaku berhasil mendapatkan kode OTP, ia tetap harus memasukkan PIN atau kata sandi yang hanya Anda ketahui. Langkahnya:

  1. Buka Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah.
  2. Ketuk Nyalakan atau Buat PIN.
  3. Buat PIN atau kata sandi, lalu konfirmasi.
  4. Tambahkan alamat email aktif untuk pemulihan, lalu verifikasi kode yang dikirim ke email tersebut.

Sejak pembaruan Agustus 2026, WhatsApp mulai memungkinkan kata sandi verifikasi dua langkah yang lebih kuat berupa kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus—tidak lagi terbatas pada PIN enam digit. Gunakan kata sandi yang tidak dipakai di layanan lain.

3. Jangan Pernah Bagikan Kode Verifikasi

Kode enam digit yang dikirim WhatsApp lewat SMS atau telepon adalah kunci akun Anda. WhatsApp tidak akan pernah meminta kode tersebut melalui chat. Waspadai pesan yang mengaku dari “tim WhatsApp”, kurir, petugas bank, atau bahkan teman yang tiba-tiba meminta kode karena “salah kirim”. Itu hampir pasti upaya pembajakan.

4. Tambahkan Email dan Pahami Masa Tunggu

Email pemulihan sangat penting. Jika Anda lupa PIN verifikasi dua langkah dan belum menautkan email, WhatsApp memberlakukan masa tunggu tujuh hari sebelum PIN bisa direset, dan masa tunggu ini tidak bisa dipersingkat demi keamanan. Tambahkan atau ubah email melalui Pengaturan > Akun > Alamat email.

5. Periksa Perangkat Tertaut Secara Berkala

Pelaku kadang tidak mengambil alih nomor, tetapi diam-diam menautkan akun Anda ke WhatsApp Web atau perangkat lain untuk membaca pesan. Buka menu Perangkat tertaut dan keluarkan perangkat yang tidak Anda kenali. Biasakan keluar dari WhatsApp Web setelah memakai komputer umum.

6. Waspadai Panggilan dan Tautan dari Nomor Asing

Pada Android, WhatsApp kini menampilkan konteks untuk panggilan dari nomor yang tidak tersimpan, misalnya asal negara nomor dan apakah Anda berada dalam grup yang sama dengan penelepon. Manfaatkan informasi ini untuk menilai apakah panggilan patut dicurigai. Jangan membuka tautan atau file APK yang dikirim nomor tak dikenal, termasuk yang menyamar sebagai undangan pernikahan, tagihan, atau surat tilang.

Atur juga privasi grup melalui Pengaturan > Privasi > Grup agar orang asing tidak bisa langsung memasukkan Anda ke grup penipuan.

7. Hindari Aplikasi WhatsApp Modifikasi

Aplikasi tidak resmi seperti “WA GB” atau versi modifikasi lain menjanjikan fitur tambahan, tetapi tidak mendapat jaminan keamanan dan berisiko membuat akun diblokir atau datanya bocor. Unduh WhatsApp hanya dari Google Play Store atau App Store.

Jika Akun Telanjur Dibajak

Segera beri tahu keluarga dan teman melalui media lain agar tidak menanggapi pesan dari akun Anda. Coba masuk kembali dengan memasukkan nomor Anda dan kode verifikasi yang dikirim ke ponsel; langkah ini akan mengeluarkan pelaku. Jika gagal, hubungi dukungan WhatsApp melalui menu Pengaturan > Bantuan atau email resmi yang tercantum di Pusat Bantuan WhatsApp. Bila ada kerugian finansial, simpan bukti percakapan dan laporkan ke pihak berwajib serta bank terkait.

Keamanan akun pada akhirnya bergantung pada kebiasaan penggunanya. Mengaktifkan passkey dan verifikasi dua langkah hanya butuh beberapa menit, tetapi bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar.

Foto: Ilustrasi penggunaan WhatsApp di ponsel. Coleman Donaldson / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *