Iran Pasang Instalasi Satir Trump di Balik Jeruji, Sindir AS di Tengah Konflik

Ilustrasi Iran Pasang Instalasi Satir Trump di Balik Jeruji, Sindir AS di Tengah Konflik Ilustrasi. young shanahan from Bratislava, Slovakia / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

TEHERAN, LENSA-INDO.COM – Pemerintah Iran kembali melancarkan sindiran terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui instalasi seni satir di ruang publik. Instalasi yang dipasang di Tajrish Square, Teheran, menampilkan seorang seniman berpakaian jas lengkap dengan rambut pirang menyerupai Trump yang berada di balik jeruji penjara.

Dalam pertunjukan langsung tersebut, sang seniman terlihat mondar-mandir di dalam sangkar besi sembari melakukan berbagai aksi teatrikal. Beberapa adegan menunjukkan ia memegang jeruji sambil menatap ke depan, berteriak, mengajak orang masuk, hingga menempelkan tangan ke telinga seolah berusaha mendengar sesuatu. Instalasi ini dilengkapi slogan berbunyi “Merupakan kejahatan jika tak melihat adegan ini.”

Respons Warga Iran

Pertunjukan satir tersebut menarik perhatian besar dari warga Teheran yang ramai-ramai menonton, memotret, dan merekam aksi seniman. Seorang warga bernama Atousa menyatakan bahwa menyaksikan adegan tersebut sangat menghangatkan hati, terlepas dari situasi yang tengah terjadi di negaranya. “Tapi hanya dengan kondisi seperti itu, di akhir itu adalah kemenangan bagi kami, bagi kaum muda Iran,” katanya seperti dikutip Al Jazeera.

Konteks

Instalasi ini muncul di tengah eskalasi konflik antara Washington dan Teheran, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Kedua negara sempat mencapai gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan. Namun, Iran menuduh AS melanggar kesepakatan tersebut dengan terus melancarkan serangan. Teheran membalas serangan-serangan itu dan menuduh Washington melakukan kejahatan perang karena menyasar instalasi serta fasilitas sipil.

Jalan Buntu Negosiasi

Upaya perundingan untuk mengakhiri konflik masih terus berlangsung namun belum menemui titik temu. Titik sengketa utama adalah program nuklir Iran yang dianggap berbahaya oleh AS dan ingin dimusnahkan. Sementara itu, Teheran menegaskan bahwa program nuklir mereka ditujukan untuk kepentingan sipil dan tidak akan berkompromi dalam hal ini. Ketegangan antara kedua negara terus berlanjut tanpa tanda-tanda akan segera mereda.

Foto: Ilustrasi. young shanahan from Bratislava, Slovakia / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *