Waspada Tawaran Endorse Palsu Catut Nama Shopee, Akun Medsos Kreator Jadi Incaran

Warga menggunakan ponsel pintar Ilustrasi: warga menggunakan ponsel pintar. Rawpixel.com / Wikimedia Commons (CC0)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Para kreator konten dan mitra afiliasi diminta waspada terhadap tawaran kerja sama endorse palsu yang mencatut nama Shopee. Di balik iming-iming honor, pelaku sebenarnya mengincar akun media sosial korban untuk diambil alih. Peringatan itu disampaikan Shopee melalui keterangan resmi pada akhir pekan, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (24/10/2026) malam, dan JPNN, Minggu (25/10/2026).

Begini Modusnya

Berdasarkan keterangan Shopee yang dihimpun Antara dan Katadata, pelaku menghubungi kreator dengan mengaku sebagai bagian dari tim “Digital Management Shopee”. Pola yang dipakai umumnya berurutan:

  • Pelaku meminta rate card atau daftar tarif kerja sama milik kreator agar tawaran terlihat profesional.
  • Kreator ditawari ikut kampanye promosi, misalnya kampanye “tanggal kembar”.
  • Pelaku menjanjikan honor atau komisi dikirim otomatis lewat ShopeePay setelah konten diunggah.
  • Korban lalu dikirimi tautan “konfirmasi kerja sama” yang dibuat mirip halaman resmi Shopee atau platform media sosial.
  • Tautan itu meminta korban menghubungkan akun Shopee dengan akun media sosialnya. Faktanya, tautan tersebut adalah phishing untuk membajak akun media sosial kreator.

Akun yang berhasil dibajak berisiko dipakai untuk menipu pengikut maupun pihak lain, sehingga kerugiannya bisa meluas, tidak hanya bagi pemilik akun.

Cara Melindungi Akun

Shopee mengimbau kreator memastikan setiap informasi berasal dari kanal resmi perusahaan. Langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  • Jangan mengeklik tautan atau mengikuti instruksi dari pengirim yang tidak dikenal.
  • Periksa alamat situs dengan teliti, sebab pelaku kini memakai domain yang sangat mirip dengan domain resmi. Logo dan tampilan meyakinkan bukan jaminan keamanan.
  • Verifikasi setiap tawaran kerja sama melalui layanan pelanggan resmi Shopee di 1500702, akun Instagram @shopeecare_id, atau menu Customer Service di aplikasi.
  • Jangan pernah memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari perusahaan.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah di akun Shopee dan seluruh akun media sosial.

Shopee juga mengenalkan prinsip “3C”: cek pengirim, cek fakta, dan cari tahu perkembangan modus penipuan terbaru.

Konteks: Penipuan Digital Masih Tinggi

Peringatan ini muncul ketika laporan penipuan digital di Indonesia terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan mencatat Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima sekitar 702 ribu laporan hingga September 2026. Modus yang menyasar kreator menunjukkan pelaku tidak hanya membidik uang, tetapi juga aset digital seperti akun berpengikut banyak.

Bagi kreator di Sulawesi Utara yang kian aktif memasarkan produk lokal, kuliner, dan wisata lewat media sosial, kewaspadaan ini penting. Bila akun terlanjur dibajak, segera gunakan fitur pemulihan akun resmi di platform terkait, ganti kata sandi akun lain yang terhubung, dan beri tahu pengikut agar tidak menanggapi pesan dari akun tersebut. Korban penipuan juga dapat melapor ke IASC melalui laman resmi OJK.

Foto: Ilustrasi – warga menggunakan ponsel pintar. Rawpixel.com / Wikimedia Commons (CC0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *