Kunjungan Wisman ke Sulawesi Utara Oktober 2025 Naik 39,35 Persen

(C)opyright by Kaufik Anril H.

MANADO, LENSA-INDO.COM – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara pada Oktober 2025 mencapai 6.513 kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat angka ini naik 39,35 persen dibanding Oktober 2024.

Kenaikan itu belum sepenuhnya diikuti sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Oktober 2025 tercatat 50,28 persen, turun 1,75 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Gambaran Nasional

Secara nasional, BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 1,33 juta kunjungan. TPK hotel berbintang nasional berada di angka 52,84 persen, sedikit di atas capaian Sulawesi Utara.

Dengan porsi sekitar setengah persen dari total kunjungan nasional, Sulawesi Utara masih menjadi pasar wisman yang relatif kecil dibanding Bali atau Jakarta. Namun pertumbuhan hampir 40 persen menunjukkan minat wisatawan asing terhadap daerah ini terus meningkat.

Konteks: Konektivitas Udara Bertambah

Pertumbuhan kunjungan wisman sangat bergantung pada akses penerbangan. Pada akhir Oktober 2025, maskapai Korea Selatan Eastar Jet membuka rute langsung Incheon–Manado. Kementerian Pariwisata menilai konektivitas udara sebagai kunci untuk memperluas aksesibilitas dan meningkatkan daya saing destinasi.

Menurut Kementerian Pariwisata, penerbangan perdana rute tersebut mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi pada 27 Oktober 2025 dengan pesawat Boeing 737-800 berkapasitas lebih dari 180 penumpang. Karena baru dibuka di pengujung bulan, dampak rute ini terhadap kunjungan wisman baru akan terlihat pada data bulan-bulan berikutnya.

Daya tarik utama Sulawesi Utara bagi wisman antara lain wisata bahari di Taman Nasional Bunaken dan Selat Lembeh, yang dikenal sebagai lokasi penyelaman kelas dunia, serta wisata alam dan budaya di Minahasa dan Tomohon.

Dampaknya bagi Sulut

Naiknya kunjungan wisman membuka peluang bagi operator selam, pemandu wisata, penyedia transportasi, rumah makan, dan usaha kecil di sekitar destinasi. Di sisi lain, turunnya hunian hotel berbintang menandakan sebagian wisatawan memilih penginapan nonbintang seperti resor selam, homestay, atau vila. Karena itu, kualitas layanan akomodasi kecil juga perlu ditingkatkan agar manfaat ekonominya merata.

Catatan redaksi: Artikel ini diperbarui pada 18 Oktober 2026 dan dilengkapi data serta keterangan resmi dari sumber yang tercantum di bawah.


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *