Gunung Anak Krakatau dan Mayon Sama-Sama Siaga, Aktivitas Vulkanik Meningkat

Ilustrasi Gunung Anak Krakatau dan Mayon Sama-Sama Siaga, Aktivitas Vulkanik Meningkat Ilustrasi. NASA / Wikimedia Commons (Public domain)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM – Dua gunung berapi aktif di kawasan Asia Tenggara, Gunung Anak Krakatau di Indonesia dan Gunung Mayon di Filipina, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara bersamaan pada akhir Oktober 2026. Keduanya kini berstatus Siaga Level III, memaksa otoritas setempat memperketat pengawasan dan imbauan keselamatan bagi warga di sekitar kawasan berbahaya.

Anak Krakatau: Asap Tebal dan Tremor Menerus

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom asap kawah Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, terpantau mencapai ketinggian 200 meter di atas puncak pada Sabtu (31/10/2026). Pengamatan dilakukan pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, saat kondisi visual gunung masih terlihat jelas sebelum tertutup kabut.

PVMBG mencatat asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 200 meter. Dari aspek kegempaan, tercatat tiga kali gempa hembusan beramplitudo 28–43 milimeter dengan durasi antara 25 hingga 167 detik. Selain itu, tremor menerus atau microtremor dengan amplitudo 2–23 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter turut terekam.

“Teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50–200 m di atas puncak kawah,” tulis PVMBG dalam laporan resminya, Sabtu (31/10/2026). Lembaga tersebut menyatakan aktivitas kegempaan masih berfluktuasi dan didominasi tremor menerus, sehingga status Level III atau Siaga tetap dipertahankan.

Mayon di Filipina Naik ke Level 3

Satu hari sebelumnya, Gunung Mayon di Filipina mengalami erupsi pada Jumat (30/10/2026) yang memicu peningkatan status waspada ke Level 3. Otoritas vulkanologi Filipina, PHIVOLCS, mengimbau warga yang berada dalam zona bahaya radius 6 kilometer untuk segera mengungsi demi menghindari ancaman aliran lava dan awan panas. Peringatan juga dikeluarkan bagi jalur penerbangan agar menghindari area sekitar kawah.

Filipina dikenal sebagai salah satu negara dengan kerentanan tinggi terhadap aktivitas vulkanik karena posisinya di jalur Cincin Api Pasifik, wilayah dengan konsentrasi gunung berapi dan titik gempa terbesar di dunia.

Konteks

Baik Indonesia maupun Filipina berada di kawasan Cincin Api Pasifik, yang membentang mengelilingi Samudra Pasifik dan mencakup sebagian besar gunung berapi aktif di dunia. Indonesia sendiri memiliki lebih dari seratus gunung berapi aktif, termasuk Gunung Anak Krakatau yang lahir dari sisa letusan besar Krakatau pada 1883.

Sulawesi Utara, sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang juga berada di kawasan yang sama, turut memiliki sejumlah gunung berapi aktif seperti Gunung Lokon dan Gunung Soputan. Meski tidak disebutkan dalam laporan terkini, peningkatan aktivitas vulkanik di wilayah-wilayah tetangga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di seluruh kawasan rawan bencana.

PVMBG belum mengeluarkan perubahan status untuk Gunung Anak Krakatau, dan warga serta wisatawan diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

Foto: Ilustrasi. NASA / Wikimedia Commons (Public domain)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *