RIO DE JANEIRO, LENSA-INDO.COM – Brasil menggelar pemungutan suara putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu (25/10/2026). Petahana Luiz Inácio Lula da Silva dari Partai Buruh (PT) berhadapan dengan Senator Flávio Bolsonaro dari Partai Liberal (PL), putra mantan presiden Jair Bolsonaro, dalam persaingan yang diprediksi sangat ketat.
Survei Datafolha yang dirilis Kamis (22/10/2026), seperti dilaporkan Al Jazeera, menempatkan kedua kandidat imbang di angka 50 persen. Dua pekan sebelumnya, Flávio masih unggul empat poin. Pada putaran pertama 4 Oktober lalu, Flávio meraih 47 persen suara, sedikit di atas Lula yang mendapat 45 persen, sehingga tak satu pun mencapai ambang mayoritas.
Debat Terakhir di TV Globo
Kedua kandidat bertemu dalam debat terakhir yang disiarkan TV Globo di Rio de Janeiro pada Jumat (23/10/2026) malam waktu setempat. Menurut laporan Gazeta do Povo, debat membahas ekonomi dan infrastruktur, sanitasi, keamanan publik, layanan kesehatan, hingga utang rumah tangga.
Flávio menyoroti biaya hidup, proyek infrastruktur yang mangkrak, antrean layanan kesehatan, serta meluasnya kejahatan terorganisasi. Ia juga menawarkan pemangkasan belanja negara secara besar-besaran, pendekatan yang kerap dibandingkan dengan kebijakan Presiden Argentina Javier Milei.
Lula membela kebijakan upah minimum, program pembangunan PAC, dan program restrukturisasi utang Desenrola yang dijanjikannya untuk diperluas. Ia juga mempertanyakan pengalaman lawannya. “Dia tidak mengenal Brasil,” kata Lula, seperti dikutip Al Jazeera.
Debat sempat memanas. Flávio menyebut Lula dengan julukan yang merujuk kecelakaan kerja yang membuat Lula kehilangan satu jari, lalu meminta maaf setelah Lula menuntutnya. Di penghujung acara, Lula pun meminta maaf atas nada debat yang tinggi.
Konteks
Pemilu ini menjadi ujian bagi Lula, yang kembali memimpin Brasil sejak 2023, sekaligus bagi keluarga Bolsonaro yang berupaya kembali ke kursi presiden lewat Flávio. Kedua kandidat dijadwalkan berkampanye di Rio de Janeiro dan São Paulo, dua daerah pemilihan terbesar, menjelang hari pemungutan suara.
Isu utama yang membelah pemilih antara lain beban biaya hidup, keamanan, dan arah kebijakan fiskal: antara menjaga program sosial dan memangkas belanja negara.
Dampaknya bagi Indonesia
Brasil merupakan salah satu ekonomi terbesar di kawasan Amerika Latin dan sesama anggota BRICS bersama Indonesia. Arah kebijakan presiden terpilih, terutama soal perdagangan komoditas dan kerja sama antarnegara berkembang, akan ikut memengaruhi dinamika forum tersebut, tempat Indonesia kini menjadi anggota penuh.
Hasil penghitungan suara diperkirakan mulai diketahui pada Senin (26/10/2026) pagi waktu Indonesia, mengingat perbedaan waktu sekitar 11 jam antara Brasília dan Indonesia bagian tengah.
Foto: Ilustrasi – bendera Brasil. Pemerintah Brasil / Wikimedia Commons (Public domain)
Sumber:

