ANTALYA, LENSA-INDO.COM – Para arkeolog Turki menemukan sisa-sisa bangkai kapal yang diperkirakan berusia 4.700 tahun di perairan dekat Pulau Kekova, Provinsi Antalya, Turki bagian selatan. Temuan ini diklaim sebagai bangkai kapal tertua di dunia dan diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Turki Mehmet Nuri Ersoy melalui akun X-nya pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Guci Kuno dari Zaman Perunggu Awal
Meskipun badan kapal yang terbuat dari kayu sudah tidak bertahan, penggalian bawah laut yang dimulai awal tahun ini berhasil mengangkat sejumlah guci keramik penyimpanan dari lokasi tersebut. Guci-guci itu diperkirakan berasal dari Zaman Perunggu Awal dan diyakini pernah digunakan untuk mengangkut minyak zaitun atau anggur.
Satu wadah menarik perhatian para peneliti karena memiliki sembilan tanda dan dua lubang pada badannya. Ciri-ciri tersebut mengindikasikan fungsinya sebagai alat pengolahan susu menjadi mentega atau keju, bukan sekadar wadah angkut biasa.
Penggalian dipimpin oleh Hakan Oniz, associate professor arkeologi di Universitas Akdeniz. Ia mengungkapkan bahwa timnya sebetulnya telah menemukan lokasi bangkai kapal itu empat tahun lalu, namun awalnya menduga guci-guci tersebut hanya berusia satu hingga dua abad. Keyakinan berubah setelah mereka menemukan referensi ilmiah yang mempertemukan bentuk guci serupa dengan artefak arkeologi Mesir.
“Ternyata, bentuknya mirip dengan yang ditemukan di kawasan piramida Giza di Mesir. Kami sangat gembira,” kata Oniz, seperti dikutip BBC.
Bukti Jalur Perdagangan Laut Kuno
Analisis komposisi tanah liat menunjukkan bahwa guci-guci tersebut diproduksi di bengkel-bengkel Lembah Yordan. Hasil ini sejalan dengan temuan serupa yang sebelumnya ditemukan di Mesir, Turki, dan Yunani, memperkuat gambaran tentang luasnya jaringan perdagangan maritim di kawasan Mediterania timur ribuan tahun silam.
Para peneliti memperkirakan kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari pesisir Levant menuju Hisarlik di Turki atau Pulau Kreta di Yunani ketika akhirnya terbalik dan tenggelam.
Konteks
Temuan di Pulau Kekova ini menjadi salah satu penemuan arkeologi bawah laut paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan Mediterania timur memang dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan paling aktif pada era prasejarah, menghubungkan peradaban Mesir, Levant, Anatolia, dan Yunani.
Menteri Ersoy menyatakan bahwa temuan ini memberikan pemahaman baru tentang sejarah panjang perdagangan laut di sepanjang pesisir Anatolia, seperti dikutip CNN Indonesia. Bagi dunia arkeologi maritim, konfirmasi usia artefak melalui analisis tanah liat—bukan hanya perkiraan visual—menjadikan klaim “tertua di dunia” ini memiliki landasan ilmiah yang lebih kuat.
Foto: Ilustrasi. Elpida Hadjidaki / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sumber:


