SYDNEY, LENSA-INDO.COM – Bandar Udara Internasional Western Sydney, Australia, resmi membuka layanan penerbangan penumpang perdananya pada Minggu (25/10/2026), menandai rampungnya proyek infrastruktur besar yang digarap hampir tujuh tahun. Penerbangan pertama dilayani maskapai Jetstar dengan rute menuju Gold Coast, disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese beserta dua mantan perdana menteri, Tony Abbott dan Scott Morrison, demikian dilaporkan media penyiaran publik Australia ABC sebagaimana dikutip Antara.
Operasional Tanpa Batas Waktu
Salah satu keistimewaan bandara baru ini adalah kemampuannya beroperasi penuh selama 24 jam sehari tanpa henti. Keunggulan itu membedakannya dari Bandara Sydney yang telah melayani publik sejak 1920, namun menerapkan pembatasan jam operasional pada malam hari. Bandara Western Sydney berlokasi sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Sydney.
Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Australia, bandara ini dirancang dengan kapasitas awal hingga 10 juta penumpang per tahun. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga melampaui 80 juta penumpang per tahun, menjadikannya salah satu infrastruktur penerbangan terbesar di kawasan.
Rute Internasional Segera Menyusul
Setelah penerbangan domestik perdana, bandara ini dijadwalkan melayani penerbangan internasional pertamanya pada 26 Oktober dengan rute menuju Auckland, Selandia Baru. Selanjutnya, rute internasional reguler ke Singapura ditargetkan mulai beroperasi pada November mendatang.
Konteks
Pembangunan Bandara Internasional Western Sydney merupakan bagian dari upaya pemerintah Australia mengurangi kepadatan di Bandara Sydney yang sudah berusia lebih dari satu abad. Dengan pertumbuhan jumlah penumpang udara yang terus meningkat di kawasan Asia-Pasifik, kehadiran bandara baru ini diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan permintaan sekaligus memperkuat konektivitas Australia dengan berbagai destinasi regional, termasuk rute-rute strategis menuju Asia Tenggara. Pembukaan jalur ke Singapura pada November mendatang akan semakin memperluas pilihan perjalanan udara bagi penumpang dari wilayah tersebut.
Foto: Ilustrasi. Tristan Morgan / Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Sumber:


