Dua tahun Prabowo-Gibran: Surplus militerisasi?

Foto ilustrasi: Perkembangan isu masyarakat di wilayah Jakarta. (Foto: Unsplash Press / Unsplash) Foto ilustrasi: Perkembangan isu masyarakat di wilayah Jakarta. (Foto: Unsplash Press / Unsplash)

JAKARTA, LENSA-INDO.COM — Perkembangan seputar dua tahun prabowo-gibran: surplus militerisasi? menjadi perhatian khalayak pada Kamis (22/10/2026). Apakah perluasan struktur militer di era Prabowo-Gibran benar-benar diperlukan untuk fungsi keamanan dan kepentingan publik?

Selama dua tahun berkuasa, pemerintahan Prabowo-Gibran terus memperluas struktur militer, termasuk menduduki jabatan di ruang sipil. Apakah perluasan itu benar-benar diperlukan untuk fungsi keamanan dan kepentingan publik, atau telah terjadi “surplus militerisasi” yang berdampak pada beban anggaran, penyempitan ruang sipil hingga demokrasi? Dalam pelbagai kesempatan, Presiden Prabowo membuat klaim perluasan struktur militer bertujuan mempercepat program pemerintah dan mengatasi persoalan di masyarakat. Militer telah dikerahkan ke sektor pertanian, peternakan, kesehatan sampai urusan ekstrakurikuler sekolah.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengklaim keberadaan tentara di tengah masyarakat juga dapat menurunkan angka kriminalitas.

Redaksi LENSA-INDO.COM terus memantau setiap perkembangan peristiwa ini guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang berimbang, akurat, dan terverifikasi.


Laporan rujukan peristiwa resmi: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cr89z1xz5y3po?at_medium=RSS&at_campaign=rss

One thought on “Dua tahun Prabowo-Gibran: Surplus militerisasi?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *