Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipa untuk Perkuat Jalur Maritim

Ilustrasi Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipa untuk Perkuat Jalur Maritim Ilustrasi. 防衛省 / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

BATAM, LENSA-INDO.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) kembali mengoperasikan layanan pemindahan muatan antarkapal atau ship-to-ship (STS) di kawasan Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau, pada 9 Oktober 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jalur pelayaran dan perdagangan internasional yang melewati perairan strategis di kawasan tersebut.

Layanan STS yang dilaksanakan melalui anak usaha Pelindo, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), memungkinkan pemindahan muatan dilakukan langsung antarkapal di laut tanpa perlu singgah ke terminal pelabuhan darat. Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Hermawan, menyatakan bahwa reaktivasi layanan ini menjadi momentum penting dalam memperluas jangkauan layanan maritim, seperti dikutip Antara.

Posisi Strategis Kawasan Nipa

Kawasan Nipa memiliki keunggulan lokasi karena berada di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura, dua jalur pelayaran tersibuk di dunia. Posisi geografis ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak aktivitas pelayaran internasional dan meningkatkan nilai ekonomi dari sektor maritim.

Dengan menghadirkan kembali fasilitas STS di perairan tersebut, Pelindo berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri pelayaran global. Kawasan ini menjadi titik penting bagi kapal-kapal yang melintasi rute perdagangan Asia-Eropa dan Asia-Timur Tengah.

Operasional Perdana Layanan STS

Dimulainya kembali operasional layanan STS ditandai dengan kedatangan tiga kapal yang terlibat dalam proses alih muat secara bertahap. Kapal induk (mother vessel) berukuran 25.487 Gross Tonnage (GT) dengan panjang 180 meter tiba pada 9 Oktober 2026 pukul 02.00 waktu setempat. Disusul kemudian oleh kapal penerima (daughter vessel) pertama yang memiliki ukuran lebih besar, yakni 30.681 GT dengan panjang 195,26 meter.

Proses pemindahan muatan dilakukan secara langsung di laut, menjadikan operasional lebih efisien dan menghemat waktu bagi operator kapal internasional yang melewati kawasan tersebut.

Konteks

Layanan STS merupakan salah satu bentuk jasa maritim yang penting dalam industri pelayaran global, terutama di jalur-jalur perdagangan padat seperti Selat Malaka. Dengan menghidupkan kembali layanan ini, Pelindo tidak hanya memperluas portofolio bisnisnya tetapi juga berkontribusi pada peningkatan peran Indonesia sebagai hub maritim regional. Kehadiran layanan STS di Nipa diharapkan dapat menarik lebih banyak kapal internasional untuk memanfaatkan perairan Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor maritim dan memperkuat konektivitas perdagangan global.

Foto: Ilustrasi. 防衛省 / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *