BANDUNG, LENSA-INDO.COM – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Bandung melakukan peluncuran awal Lamoria Pavilijoen sebagai ruang pamer hasil karya narapidana di Sport Jabar, Minggu (1/11/2026). Acara tersebut menampilkan beragam produk buatan warga binaan, mulai dari busana batik, ecoprint, rajutan, kerajinan tangan, hingga kuliner.
Lebih dari 500 warga Bandung memadati acara peluncuran tersebut. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Ika Yusanti, menilai antusiasme besar masyarakat sebagai dukungan terhadap program pembinaan narapidana melalui kreativitas yang menghasilkan nilai ekonomi.
Produk Unggulan Kuliner
Lapas Perempuan Bandung memperkenalkan dua produk kuliner andalan, yakni Puff Tape dengan delapan varian rasa dan kue soes dengan lima varian rasa. Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa Puff Tape dirancang untuk membangkitkan kenangan lama Kota Bandung yang terkenal dengan peuyeum atau tape.
Kue soes diluncurkan dengan empat rasa baru, yaitu butterscotch coffee, coconut cloud, cokelat, dan matcha. Kedua produk tersebut ludes terjual dalam acara peluncuran. Seorang narapidana bernama Mei mengungkapkan bahwa butuh waktu enam tahun untuk mengembangkan resep Puff Tape hingga menghasilkan cita rasa yang sesuai dengan selera konsumen.
Ruang Interaksi dan Pemberdayaan
Ika Yusanti menekankan bahwa Lamoria Pavilijoen juga berfungsi sebagai ruang interaksi antara warga binaan, petugas, dan masyarakat. Hal ini penting karena narapidana pada akhirnya akan kembali ke tengah masyarakat sehingga membutuhkan dukungan yang kuat.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Gilang Sailendra, menyambut baik gelaran acara tersebut. Ia mengapresiasi tidak hanya produk-produk warga binaan Lamoria, tetapi juga warga Bandung yang mendukung kegiatan di Sport Jabar.
Konteks
Acara peluncuran Lamoria Pavilijoen diisi dengan senam Zumba, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pameran produk. Salah satu narapidana yang memiliki keahlian sebagai barista mengaku kewalahan melayani pesanan minuman kopi dari pengunjung yang terus berdatangan.
Seorang pengunjung bernama Jessica memberikan testimoni positif terhadap Puff Tape, menyebut teksturnya renyah dengan isian yang lumer di mulut dan cita rasa tape yang kekinian. Rika Aprianti berharap Lamoria Pavilijoen dapat mendekatkan karya narapidana kepada masyarakat sekaligus menjadi media untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat sebagai warga negara yang mandiri dan taat hukum.
Foto: Ilustrasi. DFID – UK Department for International Development / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Sumber:


