Bank Sulteng Pastikan Dana Nasabah Aman, Pemulihan ATM Bersama Berjalan Bertahap

Mesin ATM Bersama sebagai ilustrasi layanan perbankan, bukan foto kantor atau mesin Bank Sulteng Ilustrasi mesin ATM Bersama, bukan dokumentasi Bank Sulteng. Foto arsip Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

LENSA-INDO.COM, PALU — PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah atau Bank Sulteng menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman di tengah proses pemeliharaan dan pemulihan sistem transaksi perbankan. Direktur Utama Bank Sulteng Ramiyatie menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Palu pada Jumat, 6 November 2026.

Proses pemulihan dilakukan bertahap, termasuk dengan pengoperasian kembali layanan jaringan ATM Bersama pada pukul 09.00–17.00 WITA. Keterangan manajemen ini dilaporkan ANTARA setelah sejumlah nasabah sebelumnya mengalami hambatan mengakses layanan transaksi.

Bank Sulteng tegaskan dana nasabah terjaga

Manajemen menjelaskan bahwa pemeliharaan dan pemulihan sistem merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur teknologi informasi bank. Dalam keterangan resminya, perusahaan memastikan tidak ada kerugian nasabah yang diakibatkan oleh proses pemeliharaan tersebut, serta menyatakan dana nasabah tetap aman.

Pernyataan tersebut perlu dipahami sebagai keterangan dari manajemen pada saat konferensi pers. Nasabah yang mengalami masalah pada transaksi tertentu tetap perlu melakukan pengecekan melalui bank agar status masing-masing transaksi dapat dikonfirmasi berdasarkan catatan sistem. Keamanan dana secara umum tidak otomatis berarti semua layanan digital sudah dapat diakses tanpa hambatan.

ATM Bersama beroperasi dengan jam terbatas

Salah satu fasilitas yang telah dipulihkan ialah akses jaringan ATM Bersama. Dalam tahap yang diumumkan, layanan tersebut tersedia pada pukul 09.00 sampai 17.00 WITA. Bank Sulteng menyampaikan bahwa nasabah dapat melakukan transfer antarbank melalui mesin ATM Bank Sulteng.

Selain itu, melalui ATM bank lain yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama, nasabah dapat menggunakan layanan pengecekan saldo, penarikan tunai, serta transfer antarbank sesuai kondisi layanan yang tersedia. Ketentuan jam operasional terbatas ini tidak boleh dibaca sebagai jadwal normal permanen, karena pemulihan sistem masih berlangsung.

Jika nasabah hendak melakukan transaksi penting di luar jam tersebut, sebaiknya memeriksa pengumuman terbaru atau menghubungi layanan resmi bank. Pengalaman satu pengguna di satu mesin belum tentu mencerminkan kondisi semua cabang maupun seluruh jenis transaksi.

Gangguan layanan sempat berdampak pada nasabah

Sebelumnya, hambatan transaksi di sejumlah titik pelayanan membuat nasabah perlu menunggu lebih lama. Laporan ANTARA dari Morowali menyebut antrean meningkat di Kantor Cabang Pembantu Bahodopi pada awal November, ketika akses sistem terganggu. Bank kemudian melaporkan operasional kantor tersebut sudah kembali berjalan normal untuk layanan tertentu.

Perbedaan antara kondisi kantor cabang dan keseluruhan jaringan penting dipahami. Sebuah kantor dapat membuka loket teller serta layanan pelanggan seperti biasa, sementara sejumlah layanan antarbank masih menerapkan pembatasan sementara. Karena itu, informasi pemulihan perlu dipilah berdasarkan lokasi, kanal, dan jenis transaksi.

Memahami pemeliharaan sistem perbankan

Layanan perbankan digital bergantung pada perangkat lunak, jaringan komunikasi, basis data, proses autentikasi, dan koneksi antarbank. Pemeliharaan infrastruktur dapat diperlukan untuk memperkuat keamanan, memperbarui sistem, atau memastikan kestabilan setelah gangguan. Dalam beberapa keadaan, pemulihan secara bertahap memungkinkan bank menilai kesiapan setiap komponen sebelum kapasitas layanan diperluas.

Penjelasan tersebut merupakan gambaran umum praktik teknologi perbankan, bukan klaim mengenai penyebab teknis spesifik gangguan di Bank Sulteng. Sampai laporan yang diperiksa, manajemen tidak memberikan rincian teknis yang cukup untuk menyimpulkan adanya serangan siber, kebocoran data, atau kegagalan perangkat tertentu. Menuduh penyebab spesifik tanpa pernyataan resmi berisiko memicu informasi keliru.

Langkah aman bagi nasabah

Nasabah disarankan memeriksa saldo dan mutasi rekening melalui kanal resmi yang tersedia. Jika transaksi terpotong tetapi penerima belum menerima dana, simpan bukti dan catat waktu, nominal, serta nomor referensi. Selanjutnya, hubungi pusat layanan atau kantor Bank Sulteng untuk memastikan status transaksi dan prosedur penyelesaian.

Jangan membagikan PIN, kata sandi, kode OTP, atau data kartu kepada pihak yang mengatasnamakan petugas pemulihan sistem. Penipu kadang memanfaatkan isu gangguan layanan dengan menawarkan bantuan melalui pesan langsung atau tautan yang menyerupai situs bank. Setiap permintaan data rahasia harus dianggap mencurigakan meskipun pengirim mengaku sebagai petugas.

Pengumuman terbaru tetap menjadi acuan

Manajemen Bank Sulteng menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pemeliharaan dan menegaskan pemantauan terhadap stabilitas infrastruktur. Perubahan jam operasional, ketersediaan transfer, maupun pemulihan kanal digital lain dapat diumumkan bertahap. Karena itu, informasi terbaru dari Bank Sulteng perlu menjadi acuan sebelum masyarakat melakukan transaksi yang mendesak.

Sumber: ANTARA, 6 November 2026 — Bank Sulteng pastikan keamanan transaksi digital nasabah; ANTARA Sulteng — Pemulihan layanan KCP Bahodopi.

Foto unggulan adalah ilustrasi mesin ATM Bersama, bukan dokumentasi Bank Sulteng. Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *