Wartawan Jadi Target Kekerasan saat Liput Kerusuhan dan Penjarahan di Prancis

Juru kamera pers meliput kerusuhan di Paris Juru kamera pers meliput kerusuhan di Paris, 17 Oktober 2026. Jorge Jaramillo / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

PARIS, LENSA-INDO.COM – Sejumlah jurnalis mengalami intimidasi dan serangan fisik ketika meliput gelombang kerusuhan dan penjarahan yang melanda Prancis. Para wartawan dari media internasional tersebut menjadi sasaran kekerasan dari massa yang tidak ingin aksi mereka terekam kamera.

Serangan terhadap Jurnalis Al Jazeera

Seorang reporter Al Jazeera beserta juru kameranya mendapat ancaman saat melaporkan langsung kerusakan toko dan aksi penjarahan. Ketika sedang meliput kondisi kaca-kaca toko yang pecah dan barang-barang yang diambil penjarah, sejumlah orang di lokasi meminta mereka menghentikan peliputan.

Massa berteriak meminta wartawan tersebut pergi dari lokasi. Saat masih beradu argumen dengan salah seorang di tempat kejadian, sebuah benda tiba-tiba menghantam kepala jurnalis itu. Meski demikian, ia tetap tenang dan menyatakan itulah sebabnya mereka mengenakan helm pelindung. Wartawan tersebut terus mendapat ancaman sambil berupaya menjauh dari kerumunan massa.

Tim Euro News Alami Pemukulan

Kru Euro News juga menghadapi perlakuan serupa bahkan lebih brutal. Mereka diserang ketika merekam aktivitas di Boulevard de Magenta, tak jauh dari supermarket yang sedang dijarah. Begitu massa menyadari kehadiran kamera, mereka langsung menyerang juru kamera dan berusaha merebut mikrofon.

Juru kamera tersebut didorong ke tembok dan dipukuli berulang kali, termasuk di bagian wajah. Beruntung, peralatan pelindung berupa masker gas, pelindung mata, dan helm mencegah luka serius. Reporter yang mendampingi juga turut menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.

Kamera Dicuri, Rekaman Hilang

Dalam kekacauan yang terjadi, kamera milik tim Euro News sempat dicuri oleh oknum di tengah penjarahan. Sekelompok pemuda yang menyaksikan pencurian tersebut kemudian mengembalikan kamera itu kepada pemiliknya. Namun kartu memori sudah tidak ada di dalam kamera, sehingga seluruh rekaman yang telah diambil sebelumnya ikut lenyap.

Konteks

Serangan terhadap jurnalis saat meliput kerusuhan menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi pekerja media dalam menjalankan tugas peliputan di zona konflik. Intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan dapat menghambat kebebasan pers dan hak publik untuk memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang terjadi di masyarakat.

Foto: Juru kamera pers meliput kerusuhan di Paris, 17 Oktober 2026. Jorge Jaramillo / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)


Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *